RSS

Alunan Nada Itu Kembali Menjadi Seperti Semula.. Benarkah?

kotak musik itu masih tetap tersimpan rapih di tempatnya hingga saat ini. walaupun terdapat sedikit debu yang menyelimutinya, karena sudah lama tidak tersentuh, tapi kotak musik itu masih tetap disana, di tempat yang sama, dengan posisi yang sama, namun anak perempuan itu tidak tau apakah nada yang dialunkannya masih sama seperti awal ia membukanya atau seperti terakhir kali ia membukanya..

saat terakhir kali perempuan itu membuka kotak musik tersebut, tiba tiba terdapat sesuatu hal yang aneh yang terjadi pada kotak musik itu. malam itu, anak perempuan itu sangat merindukan alunan nada yang dikeluarkan oleh kotak musik tersebut, ia berniat untuk membukanya dan menikmati kenyamanan yang diberikan oleh kotak musik itu setelah beberapa lama ia tidak pernah merasakannya. namun malam itu, ketika ia membuka kotak musiknya, alunan nada yang dikeluarkannya berbeda dari biasanya. alunan nada itu terdengar asing di telinga anak perempuan itu. anak perempuan itu mengetahui bahwa rangkaian nada yang dialunkan merupakan rangkaian nada sebuah kebahagiaan, tapi entah mengapa, nada yang dirasakan oleh anak perempuan itu menjadi kebalikannya, menjadi nada yang membuatnya bersedih. ia mencoba berkali-kali menutup dan membuka kembali kotak musik itu agar rasa itu berubah, tapi ternyata tetap tidak ada perubahan apapun. akhirnya ia lelah mencoba dan membiarkan alunan nada tersebut menyelimuti perasaannya yang membuatnya menjadi bersedih. semakin lama nada itu ia dengarkan, semakin lama ia menghayati setiap nadanya, semakin anak perempuan itu menyadari bahwa sebenarnya alunan nada yang dimainkan kotak musik itu masih tetap sama, tidak ada perubahan dari saat ia pertama kali membuka kotak musik itu. namun yang membuatnya berbeda adalah ia sadar bahwa alunan nada itu sudah bukan diperuntukkan untuk dirinya lagi, atau bahkan mungkin memang dari dulu, alunan nada itu memang tidak pernah diperuntukkan untuk dirinya..

dan semenjak saat itulah ia sudah tidak lagi membiasakan dirinya untuk mendengarkan alunan nada dari kotak musik itu.

walaupun sebenarnya alunan nada itu masih selalu terekam jelas dalam ingatannya, ia menjadi mulai terbiasa untuk tidak mendengarkan alunan nada dari kotak musik itu. karena dalam pikirannya, jika ia nanti sudah terbiasa dengan tidak mendengarkan alunan nada dari kotak musik tersebut, ia akan menjadi bisa hidup tanpa kotak musik tersebut, meskipun jauh di dalam hatinya, masih terdapat keengganan, keengganan yang sangat untuk menjadi terbiasa tanpa kotak musik itu.

sampai akhirnya pada suatu hari, ketika anak perempuan itu sedang disibukkan dengan kegiatannya, entah darimana, ia mendengar kembali alunan nada yang sempat hilang itu, alunan nada yang sangat ia rindukan, alunan nada yang ia coba untuk membiasakan diri agar tidak mengiringi kesehariannya lagi, alunan nada dari kotak musik itu..

entah ada maksud apa, tiba-tiba kotak musik itu ada disana.. terbuka.. dan memainkan alunan nada itu lagi..

air mata mengalir begitu saja di pipi anak perempuan itu. ia menangis.. mengapa ia menangis? apakah ia bersedih? kenapa ia harus bersedih? tunggu! ternyata itu bukan air mata kesedihan, itu merupakan air mata bahagia..

semenjak terakhir kali ia membuka kotak musik itu, ia sudah tidak pernah menangis. mungkin lebih tepatnya ia sudah tidak bisa menangis. ia mati rasa. sampai akhirnya, pada hari itu.. air mata itu mengalir begitu saja tanpa bisa dikontrol olehnya.
air mata itu menjadi simbol kerinduannya selama ini akan kotak musik itu, akan alunan nada yang dikeluarkan kotak musik itu.
air mata itu menjadi simbol bahwa ia masih memberikan ruang arti yang sama walaupun ia pernah merasa sangat sakit hati tapi ia mampu memaafkan kotak musik itu.
air mata itu menjadi simbol bahwa benteng pertahanan yang telah ia bangun semenjak kepergian alunan nada itu, menjadi hancur kembali.
air mata itu menjadi simbol bahwa ternyata rasa itu masih tersimpan disana.
bahwa sebenarnya selama ini ia hanya menyimpan rasa itu, bukan membuangnya..

setelah beberapa kali ia mendengarkan kembali alunan nada dari kotak musik tersebut, pada moment seperti itu, seharusnya anak perempuan itu merasa bahagia. namun kenyataanya, ia tidak menunjukkan emosi apapun, ia tidak terlihat bahagia, namun ia juga tidak terlihat bersedih. ada apa dengan anak perempuan itu? apakah ada yang salah?

satu malam itu, setelah anak perempuan tersebut mendengarkan kembali alunan nada dari kotak musik itu, ia mulai berpikir dan menanyakan pertanyaan-pertannyaan pada dirinya sendiri.

"aku sudah mulai dapat merasakan lagi sekarang, merasakan rasa yang sempat hilang akhir-akhir ini. jika bisa dikatakan, aku merasakan kembali bahagia, bahagia yang sangat, bahagia yang sesungguhnya. tapi apakah aku harus merasa bahagia setelah mengalami hal ini? maksudku, apakah aku boleh merasa bahagia? aku takut untuk merasa bahagia lagi. karena seperti yang sudah sudah, disaat kita bahagia, terdapat kemungkinan yang sangat besar bahwa kita akan merasakan sakit lagi, bukan? aku tidak mau merasa sakit lagi jika aku boleh memilih. aku tidak sanggup melewati fase itu lagi. iya aku tau, Tuhan menciptakan semuanya berpasangan, termasuk rasa bahagia dan sedih, termasuk datang dan pergi, termasuk menyayangi dan sakit hati. karna hal tersebut, aku menjadi bertanya-tanya kembali apakah aku memang boleh untuk bahagia? tapi aku tidak sanggup bila harus merasakan sakit lagi. apakah bisa aku hanya meminta kebahagiaan saja tanpa harus merasakan pasangannya? aku tau itu tidak adil. aku tau bahwa hal itu tidak mungkin terjadi.. tapi aku mohon Tuhan, jika aku diperbolehkan untuk merasa bahagia lagi, aku mohon untuk tidak menyertakan pasangannya bersamanya, Tuhan. aku sudah tidak sanggup. Tuhan, apa mungkin lebih baik jika aku memilih untuk tidak merasakan apa-apa? dengan tidak merasakan bahagia, mungkin aku tidak akan merasakan sedih nantinya. aku tau Tuhan, ini pemikiran yang salah, tapi sepertinya memang lebih baik seperti itu, lebih baik untuk tidak merasakan apa apa, benar kan?"

begitulah kurang lebih yang dipikirkan oleh anak perempuan itu. sehingga itulah yang menjadi alasan baginya untuk dirinya mencoba tidak merasakan apa apa.

suatu malam, pernah ada yang mengatakan kepada anak perempuan itu seperti ini :

tidak perlu memperudulikan apakah orang lain menghargai usaha kita atau tidak, yang terpenting adalah kita mampu untuk menghargai usaha kita sendiri.

kata kata itu memiliki makna yang begitu luas. seperti misalnya, disaat kita melakukan sesuatu untuk seseorang, mengusahakan sesuatu untuk seseorang, kita tidak boleh mengharapkan bahwa orang tersebut akan melakukan hal yang sama pada kita. bahkan untuk sekedar menoleh dan mengatakan terimakasih pada kita pun, kita sudah seharusnya tidak mengharapkannya. kata-kata itu mengajarkan kita untuk ikhlas dan tidak mengharapkan imbalan.

namun kata-kata itu juga mengajarkan pada kita bahwa dalam berusaha untuk orang lain, atau mengusahakan orang lain, kita seharusnya mampu menghargai usaha kita yang telah dilakukan. maksudnya, ketika kita sudah merasa bahwa kita sudah cukup berusaha, sudah cukup mengusahakan seseorang, tapi orang tersebut masih tetap tidak menghiraukan, tidak menghargai atau selalu merasa kurang dengan usaha yang telah kita lakukan, atau bahkan mungkin terlalu terlena karena selama ini selalu diusahakan sehingga ia tidak pernah mau berusaha, maka pada saat itulah saatnya kita untuk mulai menghargai usaha usaha yang telah kita lakukan. saat itulah kita harus menghargai diri kita sendiri. hal tersebut bukan berarti menyerah, tetapi merasa sudah cukup dengan usaha yang dilakukan, sehingga tidak ada salahnya untuk melangkah.

secara tidak langsung, kata-kata tersebut menyuruh kita untuk berpikir realistis dan tidak mengedepankan ego kita...

anak perempuan itu mencoba untuk berpikir realistis sekarang. berpikir realistis mengenai apa yang dirasakannya, apa yang dirasakannya untuk kotak musik itu.
ia harus berpikir realistis..
bahwa dulu, disaat ia memanggil kotak musik itu, disaat ia benar-benar sedang membutuhkan semangat dari alunan nada bahagia kotak musik itu, kotak musik itu tidak menoleh sama sekali, kotak musik itu malah memberinya alunan nada yang asing baginya, alunan nada kesedihan, sehingga ia mau tidak mau harus melaluinya sendiri.
bahwa dulu, dengan mudahnya, kotak musik itu menggantikan posisi anak perempuan itu, dengan mudahnya kotak musik itu memindahkan peruntukkan alunan nadanya untuk anak perempuan lain, bukan untuk dirinya lagi, atau bahkan mungkin memang sebenarnya tidak pernah diperuntukkan untuk anak perempuan itu, kotak musik itu hanya bermain-main saja dengannya.
bahwa dulu, kotak musik itu seperti tidak menganggap semua usaha yang telah dilakukan oleh anak perempuan itu, seperti semua yang telah mereka alami tidak ada artinya sama sekali.
bahwa dulu, kotak musik itu dengan mudahnya melupakan anak perempuan itu, melupakan bahwa anak perempuan itu pun memiliki rasa, memiliki hati, dan memiliki nadanya sendiri yang selalu ia berikan untuk kotak musik itu.

sulit memang untuk berpikir realistis jika yang harus dilawannya adalah hati. hal tersebut lah yang membuat anak perempuan itu, hingga saat ini, masih tidak tahu apa yang harus dirasakannya, apa yang boleh dirasakannya. banyak sekali yang ia pertimbangkan saat ini. termasuk perihal hati, ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri, bahwa alunan nada yang didengarkan olehnya, masih tetap berasal dari kotak musik itu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hai Kamu, Terimakasih Ya

hai kamu,

ternyata masa kita bersama lagi sekarang. aku tak menyangka akan secepatnya ini. ini menjadi seperti mimpi. mimpi yang jadi kenyataan. 
terimakasih ya. aku sangat berterimakasih padamu. kamu tidak akan tahu seberapa bersyukurnya aku akan hal ini. 
terimakasih..

tapi..
ada sesuatu yang ku rasa berbeda. aku merasa ada yang berbeda dengan mu. 

kamu tau malam hari? suasana yang timbul saat malam hari,  udara saat malam hari, keadaan saat malam hari? ya semua tentang malam hari. kamu sekarang layaknya malam hari. membuatku lebih tenang tapi kamu dingin. 
entah kenapa aku merasa seperti ini. mungkin karna ada yang berbeda dari kita. dari kebiasaan kita dahulu. terutama dari intensitas kita bertemu. 
ya aku mengerti, mungkin memang masa mu sekarang seperti ini. sibuk dengan dunia mu. sibuk dengan malam mu. aku harus bisa mengerti itu. aku harus memberimu waktu. tapi terkadang, aku hanya ingin kau hadir. selalu hadir, seperti sedia kala. tapi aku tau, aku tidak berhak menuntutmu seperti itu. 

kamu tau..
aku sekarang sangat ingin menjadi bintang untukmu. karna bintang selalu dibutuhkan oleh malam. malam selalu membutuhkan bintang untuk membantunya menerangi dunianya. malam selalu membutuhkan kehadiran bintang setiap saatnya. malam selalu merindukan bintang.
aku disini mencoba untuk selalu hadir untukmu. layaknya bintang yang selalu hadir untuk malam. bintang yang tetap setia menunggu meskipun malam pergi meninggalkan dan digantikan siang. bintang yang masih tetap mencoba untuk membantu menerangi meskipun hujan turun dan cahaya bintang itu tertutupi oleh awan. bintang yang selalu ada untuk sang malam dan berharap dirindukan oleh sang malam. 

aku iri dengan bintang. aku ingin menjadi bintang bagi sang malam. aku ingin menjadi bintang bagi malamu, bukan bintang pada umumnya.

aku membaca sebuah tulisan seseorang, yang menurutku menggambarkan apa yang aku rasakan. tulisan itu seperti ini :
Seringkali…
aku ingin menjadi entah
Yang mampu kau pertanyakan hadirnya
Yang bisa kau minta pada semesta
Yang juga tidak kauketahui akhirnya
Lalu mulai kau cari
Ke sana ke mari
Seringkali…
aku ingin menjadi tiada
Agar bisa kaurindukan hadirnya
Lalu tak pernah alpa kau doakan pada Sang Maha Cinta
Aku ingin menjadi entah
Agar ketika akhirnya kita berjumpa
Tak akan lagi rela kau lepaskan aku
Walau untuk sejenak saja.
- T.S

tapi yasudahlah. aku tidak punya hak untuk menuntutmu macam-macam. aku juga tidak bisa untuk memaksakan apa yang kamu rasakan. aku tidak bisa memaksakan keinginanku padamu juga. 

sebenarnya, tujuanku menulis ini, aku ingin menyampaikan rasa bersyukurku. aku ingin berterimakasih pada mu. sangat berterimakasih. 
terimakasih ya sudah mengijinkan masaku untuk berdampingan dengan masamu lagi. terimakasih sudah memaafkan kesalahanku yang pernah ku lakukan padamu. terimakasih untuk semua hal yang telah kamu lakukan untukku. walaupun sekarang aku masih tetap menunggu, tapi penantianku menjadi lebih tenang sekarang. semoga penantian ini berbuah ya. semoga penantian ini berujung seperti apa yang kita harapkan. semoga masa yang dihabiskan untuk penantian ini tidak sia sia. semoga semua tidak terlambat. 

sekali lagi, terimakasih ya kamu. aku tidak tau harus sesering apa aku berterimakasih untuk menyampaikan rasa bersyukurku, untuk menyampaikan bahagianya aku.
terimakasih ya..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Semoga Kita Bertemu di Persimpangan Selanjutnya ya Ki..

hai eki..

akhirnya ada nama yang ditulis di kanvas ini. nama asli seseorang, bukan lagi sebuah perumpamaan. 

maaf kalau keadaan kita jadi seperti ini sekarang. maaf karna aku udah buat kita jadi kaya gini. aku tau, sebesar apapun permintaan maaf aku, itu ga akan bisa ngerubah keadaan. sebesar apapun permintaan maaf aku, itu gaakan ngilangin kecewanya kamu. sebesar apapun permintaan maaf aku, itu gaakan buat masa kamu kembali.

mungkin kemarin cara pandangku masih ketutup, dan sekarang aku udah mulai sadar. 

maaf ya ki selama ini aku egois. aku selalu mau kamu ngertiin aku, tapi aku ga melakukan usaha apapun untuk ngertiin kamu. aku selalu nuntut untuk semua keinginan aku dipenuhin sama kamu, tapi aku gapernah mau menuhin keinginan kamu ataupun kebutuhan kamu, bahkan mungkin aku gapernah nanya apa yang sebenarnya kamu butuhin. 

apa yang udah aku lakuin ke kamu selama ini, emang ga seharusnya diterima sama siapapun, terutama kamu ki, orang yang bener bener aku anggep penting di hidup aku, orang yang aku sayang. semua masalah ada di diri aku sendiri. aku sendiri yang buat masalah ini. aku yang bikin masalah ini ada. aku yang gapunya kepercayaan diri sama diri aku sendiri. aku yang ga yakin sama diri aku sendiri. aku yang selalu ngerasa kurang sama diri aku sendiri. aku yang gapernah liat kelebihan diri aku, yang mungkin kamu liat, tapi aku ga pernah sadar sama hal itu. atau mungkin aku liat dan aku sadar tapi aku ngerasa itu ga cukup, aku tetep ngeliat banyak kurangnya diri aku. aku ngerasa aku ga akan pernah cukup buat kamu. dan itu bikin aku takut. takut untuk kehilangan kamu. rasa takut itu berbanding lurus sama rasa sayang aku. makin lama, rasa takut kehilangan itu jadi semakin besar. sampai akhirnya itu berdampak ke kamu. itu berdampak ke kita. dan selebihnya berdampak besar sama diri aku sendiri. 

karna hal itu, aku jadi orang yang mungkin kamu ga akan pernah mau kenal selama ini. aku jadi orang yang selama ini mungkin kamu hindarin. aku jadi orang yang bukan kamu butuhin di hidup kamu. 

mungkin ini kesannya aku nyalahin diri sendiri. tapi engga kok ki. aku ga nyalahin diri sendiri. aku jadiin ini reminder buat diri aku. aku jadiin ini sesuatu yang bisa bikin aku sadar sama keadaan aku. bukan berarti dengan ga nyalahin diri aku sendiri, aku jadi nyalahin kamu. engga kok ki. aku ga nyalahin kamu. kamu ga salah. aku ga nyalahin kamu karna ga bisa tahan sama sikap aku selama ini. aku ngerti kenapa kamu ngambil keputusan ini. karna mungkin, kalau aku ada di posisi kamu pun, aku bakal ngelakuin hal yang sama kaya kamu. aku bakal cape sama diri aku sendiri. aku ga akan tahan sama diri aku sendiri. 

ki...
aku tau, pintu buat aku udah banyak yang ketutup. setiap kesalahan yang aku buat selama ini bikin pintu pintu itu mulai ketutup satu per satu. dan kesalahan aku kemarin itu nutup pintu terakhir buat aku. aku tau, dengan aku mohon mohon dalam bentuk apapun itu gakan bisa ngerubah keadaan kita sekarang. aku bakal nyoba buat nerima keadaan ini sekarang. aku gabisa janjiin kamu apa apa ki. aku gabisa janjiin kalau aku bisa lupain kamu, bisa ngilangin rasa ini ke kamu. aku juga gabisa janjiin kalau rasa ini bakal terus ada, kalau aku bakal terus nunggu kamu. aku gatau kedepannya gimana. mungkin bisa aja aku ga akan pernah bisa ngilangin rasa ini, atau sebatas ngurangin pun, aku gabisa. mungkin bisa juga aku dengan mudahnya ngilangin rasa ini dengan waktu yang singkat. banyak banget kemungkinan yang bisa terjadi. 

tapi satu hal yang bisa aku janjiin ke kamu ki. aku mau nyoba buat berubah. aku jadiin ini pukulan yang bener bener besar yang pernah aku dapet. mungkin aku bisa anggep ini hadiah ulang taun dari kamu, hadiah ulang taun yang paling berharga yang pernah aku terima. karna kalau aku ga nerima ini, aku gakan mau nyoba buat berubah. makasih ya ki udah ngasih hadiah ini ke aku. aku gakan pernah lupain kamu yang udah ngajarin aku hal berharga, yang orang lain pun udah coba ajarin ke aku berkali kali tapi ga pernah ngaruh di hidup aku, bahkan orang tua aku sendiri pun udah sering ngasih tau tapi gapernah ngaruh apa apa. mungkin emang udah jalannya kaya gini, emang caranya harus kaya gini biar bisa bikin aku sadar. mungkin orang yang bisa ngasih aku ini cuma kamu, bukan orang lain. emang jalannya harus lewat kamu. 

aku mau usaha keras buat bisa berubah ki. aku mau berubah buat diri aku sendiri, walaupun ada bagian kecil dari diri aku yang bilang kalau aku berubah memang buat kamu, aku berubah karna kamu. 

ki...
makasih ya udah jadi salah satu orang yang berharga di hidup aku. sampai kapanpun, kamu bakal tetep berharga buat aku. walaupun mungkin nanti rasa ini udah ga ada, tapi aku gakan lupain kamu, gakan lupain seberharganya apa kamu buat aku.

inget ya ki, jangan pernah mikir kalau kamu gapunya apa apa. jangan pernah bilang lagi kalau kamu gapunya apa apa. kamu punya banyak banget hal yang berharga di diri kamu. banyak banget ki, dan itu amat sangat berharga. kamu punya banyak hal berharga yang mungkin orang lain ga punya. kalau kamu ga punya itu, kamu ga akan bisa bikin aku kaya gini sekarang. kamu ga akan bisa bikin orang yang keras kepalanya kaya batu, sadar. kamu ga akan bisa ngajarin aku banyak hal tentang hidup. kamu ga akan bisa seberharga ini buat aku. 

tiap pagi aku bangun, aku makin kangen sama kamu masa ki. aku gatau besok besok aku gimana. tapi aku bakal coba buat mikir positif. dengan dikasih kaya gini, yang harusnya aku lakuin ya bilang makasih sama kamu. makasih banget ya ki. kalau ga ada kamu mungkin aku ga akan pernah bisa dapet hal kaya gini. makasih banyak ya ki.
 kayanya sesering apa pun aku bilang makasih, ga akan cukup buat bales semua rasa bersyukurnya aku ketemu sama kamu. 

kamu baik baik ya eki. jaga kesehatan kamu. makan yang bener. aku udah ga bisa jagain kamu lagi sekarang. aku udah gabisa lagi nemenin kamu main game, nonton atau ngingetin makan. aku udah gabisa lagi nemenin kamu bikin lagu. aku udah gabisa lagi gangguin kamu. aku udah gabisa lagi bangunin kamu pagi pagi yang susahnya minta ampun. aku udah gabisa lagi nemenin kamu sampe ketiduran kalau kamu lagi sakit. aku udah gabisa lagi ada buat kamu ki. jangan sampe kamu nyakitin diri sendiri ya eki. aku gamau kamu kenapa napa. tapi kalau nanti kamu butuh aku, butuh dalam bentuk apapun, jangan sungkan buat bilang ya. kalau aku bisa bantu, aku pasti bantuin kamu. mungkin aku gakan bisa kaya kemaren kemaren buat ngeprioritasin kamu lagi, tapi aku bakal tetep usaha buat bisa bantu dan ada buat kamu kalau kamu butuh aku atau kamu mau aku ada buat kamu. 
eki belajar yang bener ya. inget semua mimpi mimpi kamu yang pernah kamu ceritain ke aku, atau mungkin yang belum sempet kamu ceritain ke aku. aku yakin kok kamu bisa dapetin semua mimpi mimpi kamu. aku udah sering banget bilang ke kamu kalau aku yakin kamu bakalan sukses. kamu bakalan jadi orang hebat ki. mungkin aku udah gabisa lagi nemenin prosesnya kamu dari nol sampai akhirnya kamu bisa dapetin semuanya. bahkan buat sekedar ngingetin tentang mimpi mimpi itu aja aku udah gabisa. tapi aku bakal terus berdoa buat kamu. aku pasti doain kamu. doain buat suksesnya kamu. doain semua yang terbaik buat kamu. walaupun mungkin di dalemnya nanti ga ada kehadiran aku, ga ada kita, tapi aku gakan lupa buat ngedoain kamu. nama kamu udah aku masukin di setiap doa aku tiap harinya. 

sebenernya masih banyak banget yang ingin aku sampein ke kamu. tapi kanvas ini ga akan cukup buat bisa nyampein itu semua. semua kosa kata yang aku punya pun ga akan bisa buat nyampein itu semua ke kamu. 
mungkin sekarang kita dikasih keadaan kaya gini buat sama sama belajar. buat sama sama sadar seberapa penting arti satu sama lain. seberapa penting arti kamu buat aku. seberapa besar hadirnya kamu aku butuhin di perjalanan hidup aku. seberapa besar rasa sayang aku ke kamu. gitu juga kamu. kita sama sama dikasih waktu. kita sama sama dikasih ruang. buat berpikir, buat merasakan, dan buat menyadari. 

sekarang, aku cuma bisa berdoa. berdoa buat kamu. berdoa buat kita. aku cuma bisa berdoa semoga kita dipertemukan lagi di persimpangan selanjutnya. aku disini, cuma bisa usaha bikin diri aku pantes buat kamu. walaupun sekarang kamu ga hadir di masa aku, kamu gabisa nemenin di prosesnya aku untuk bikin aku pantes buat kamu, aku bakal tetep usaha. aku bakal usaha sekeras mungkin, sampe aku udah gabisa usaha lagi. dan kamu, silahkan cari apa yang mau kamu cari, apa yang ingin kamu temuin. silahkan kamu memantaskan diri kamu sendiri untuk siapapun itu nantinya. semoga disaat nanti kamu sudah mengetahui apa yang kamu butuhkan, kamu sudah mengetahui siapa diri kamu, aku masih bisa ada untuk kamu. 
aku disini, cuma bisa berharap, semoga nanti disaat kita bertemu lagi di persimpangan selanjutnya, kita berjalan bersamaan, ga ada seorang pun yang harus menunggu. walaupun salah satu harus menunggu, semoga yang lainnya hadir di saat yang tepat, saat orang itu masih setia menunggu. biar ga ada penyesalan dan kata terlambat. karna jodoh itu dicari bukan? jodoh itu kita yang nyamperin. jodoh itu diusahakan bukan di tunggu, ya kan ki? itu yang suka kamu bilang ke aku. 

aku bakal inget kata kata kamu yang ini :
semua hal terjadi karna ada tujuannya. semua orang ketemu dan berpisah karna ada alesannya. 

kejadian ini bikin aku sadar kalau ini adalah alasan kamu hadir di masa aku selama ini. kehadiran kamu bener bener berharga buat aku ki. kamu punya makna yang besar di hidup aku.

selamat menjalani masa kamu tanpa hadirnya aku dulu ya ki. untuk saat ini aku absen dulu di masa kamu. masa aku buat kamu udah terhenti untuk sekarang. saatnya kita ngasih ruang buat diri sendiri. semoga setelah ini kita jadi tau kedepannya kita harus gimana, kita jadi tau baiknya kedepannya gimana untuk kita. semoga setelah ini, kita ditunjukin jalan yang terbaik ya. semoga kita menjadi lebih baik lagi. 

NB :
aku masih berharap masa kita bisa bersama lagi. ya mungkin tidak sekarang, mungkin itu nanti, tapi aku berharap itu secepatnya. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS