RSS
Showing posts with label music box. Show all posts
Showing posts with label music box. Show all posts

Kita Tidak Baik-baik Saja

 Hai kotak musik, sudah lama aku tidak menyapamu demikian. Apa kabar kamu disana? Apa semua baik baik saja? Sudah lama aku tidak melihat ragamu. Rindu rasanya melihat senyum dan tawamu. 

Sebenarnya sudah dari lama aku ingin menulis untukmu tentang apa yang terjadi pada kita sekarang, tapi aku bingung untuk mulai darimana dan apa yang akan ku tulis.


Akhir akhir ini aku sering bertanya tanya pada diriku sendiri,

Selama ini.. 

Kesalahanmu yang mana sih yang tidak aku maafkan? 

Sibukmu yang mana yang tidak aku maklumi? 

Kurangmu yang mana yang tidak aku terima? 

Apa yang sebenarnya kamu cari? 

Wanita seperti apa yang kamu inginkan? 

Apa salahku hingga kamu seperti ini? 

Seberapa banyak lagi rasa sakit yang harus ku pendam sendiri? 

Sampai kapan semuanya akan seperti ini? 

Ya.. itu sebagian pertanyaan yang terlintas dalam benakku dari sekian banyaknya. Aku tau, pertanyaan pertanyaan seperti itu memang seharusnya aku tanyakan padamu bukan pada diriku sendiri. Tapi ya bagaimana caraku menanyakannya padamu? Karna untuk sekedar berkabar saja sudah tidak pernah kita lakukan. Aku sadar sekarang, kamu bukannya tidak punya waktu untuk mengabariku, mungkin kamu memang tidak mau melakukannya. Padahal ku pikir, permintaanku itu masih dalam batas wajar, wajar karna kita sudah terikat, wajar karna seharusnya kamu pun menghargai kehadiranku. Wajar karna kamu sudah memilihku untuk menjadi teman hidupmu. Tapi mau sewajar apapun itu, kalau kamunya tidak mau ya aku bisa apa?


Hai kotak musik,

Apakah aku masih menjadi rumahmu hingga kini?

Jujur, aku merasa seperti bukan rumahmu lagi belakang ini. Atau mungkin sejak dulu aku memang tidak pernah menjadi rumahmu ya?

Kamu benar benar menghilang dari radar. Aku sudah tidak tau lagi apa kabarmu, apa yang kamu lakukan, apa yang kamu pikirkan. Untuk sekedar memberi kabar saja tidak kamu lakukan. Padahal seharusnya aku rumahmu bukan? Yang akan selalu kamu beri kabar, selalu kamu utamakan, selalu kamu jadikan tempat pulang?


Awalnya aku sempat ragu pada diriku sendiri. Aku berpikir apakah aku sanggup sendirian tanpamu? Apakah aku bisa untuk tidak menjadikanmu rumah bagiku? Untuk tidak menjadikanmu tempatku bersandar? Untuk tidak menjadikan lantunan musikmu yang mengiringi kehidupanku? Tapi semakin lama kamu menghilang, semakin aku menyadari bahwa belakangan ini aku sudah sendirian. Belakangan ini, kehidupanku sudah tidak diirngi oleh lantunan indahmu. Belakangan ini kamu sudah menunjukkan padaku bahwa aku memang bisa untuk sendirian, bahwa kamu tidak ada untukku. Apakah memang itu tujuanmu menghilang begitu lamanya? Agar aku sadar dan siap bahwa kamu sudah tidak mau lagi menjadi rumah bagiku? 


Ah sudahlah.. aku tidak pernah tau apa yang kamu pikirkan. Untuk bertanya mengenai apa yang kamu pikirkan pun ku rasa itu hal yang percuma bukan? Karna untuk sekedar mengabariku saja itu sulit untuk kamu lakukan, apalagi untuk kita saling bertukar pikiran?


Jujur..  semenjak awal kita memutuskan untuk terikat, banyak sekali hal-hal yang ku pendam. Banyak sekali rasa kecewa dan tangis yang ku simpan sendiri. Hal itu kulakukan karna aku terus-menerus mencoba memaklumimu. Tapi disisi lain, aku menggantungkan hal tersebut pada sebuah harapan, harapan bahwa kamu akan menjadi sosok yang selama ini kamu gambarkan padaku jika kita bersama.. Mungkin itu bisa jadi kesalahanmu karna memberikan harapan mengenai gambaran akan dirimu sebagai sosok yang benar-benar aku butuhkan, tapi bisa juga menjadi kesalahanku karna aku terlalu percaya pada lantunanmu.

ya.. mungkin selama ini aku terlalu percaya padamu.. aku terlalu terlena dengan semua lantunan indahmu. 

Namun dibalik itu semua, aku melakukan semua ini karna aku benar-benar menyayangimu. Sangat menyayangimu.. Dan hal ini pun menimbulkan pertanyaan lain padaku, apakah kamu juga merasakan hal yang sama padaku? 


Kamu tau kotak musik,

Saat awal masalah ini muncul, yang aku rasakan ialah marah dan kecewa. Aku benar-benar marah dan kecewa padamu. Ingin sekali rasanya aku meluapkan semua kemarahanku padamu saat itu juga. Tapi hal tersebut masihku coba untuk menahannya. Aku masih mencoba untuk berpikir positif mengenai semua hal yang telah terjadi.

Semakin lama masalah ini berlarut-larut, semakin emosi yang ku rasakan mereda. Namun rasa kecewa itu tetap ada. Hingga sekarang akhirnya menimbulkan keraguan yang sangat pada diriku. Ragu mengenai semua hal yang telah terjadi pada kita, ragu mengenai ketulusanmu, ragu mengenai kasih sayangmu, ragu mengenai lantunanmu, ragu mengenai dirimu.. Tapi disisi lain pun, aku menjadi memiliki rasa bersalah dalam diri, rasa bersalah dimana seharusmya aku tidak boleh memiliki keraguan pada dirimu, rasa bersalah dimana seharusnya aku mempercayaimu seutuhnya, karna kamu adalah sosok yang sangat berarti dalam hidupku, sosok yang seharusnya benar-benar aku sayangi, sosok yang akan selalu mendapingiku, karna aku sudah memilihmu sebagai teman hidupku.

Aku benar-benar sedang merasa sendiri saat ini.. Sedang merasa tidak memiliki siapapun untuk dijadikan sebagai sandaran bagi diriku. Jika kamu memahami apa yang aku rasakan, mungkin kamu akan mengerti seberapa rapuhnya aku belakangan ini. 


Sepertinya untuk saat ini, hanya ini yang bisa aku sampaikan. Karna jika menyampaikan semua hal yang ku rasakan pun sepertinya akan menjadi sebuah keegoisan tersendiri bagiku karna membebanimu dengan semua hal yang kurasakan tanpa memikirkan bagaimana perasaanmu. 

Jadi sekarang saatnya aku mengatakan ini padamu, bahwa saat ini adalah saat terakhir kali aku akan memohon padamu. Memohon untuk kamu pulang. Memohon untuk kamu hadir kembali dalam semesta ku. 


Pulanglah kotak musik.. 

Nada nada kecilmu menunggumu dirumah. Mereka rindu dan ingin bertemu denganmu. Apalagi nada baru ini yang belum pernah bertemu denganmu. 


Pulang lah kotak musik..

Nada nada kecilmu ingin sekali bertemu dengan sosok yang telah melantunkan kehadiran mereka di dunia ini. Mereka membutuhkan mu.


Pulanglah kotak musik.. 

Tunjukkan bahwa aku tidak salah memilihmu waktu itu. Bahwa kamu adalah sosok kotak musik yang bertanggung jawab. Bahwa kamu adalah sosok kotak musik yang aku kenal selama ini, tidak mungkin kan aku salah mengenalmu selama ini? 


Pulanglah.. berikanlah kejelasan untuk semuanya, terutama untukku dan nada nada kecil kita. Tunjukkan kembali padaku lantunan indahmu seperti dulu. Tunjukkan pada nada nada kecil kita lantunan indah itu.


Tapi jika kamu memang sudah tidak ingin melantunkan nada nadamu seperti dulu, melantunkan nada nada itu padaku, aku mohon tetaplah untuk pulang. Berikanlah kepastian. Dulu, kamu memintaku secara baik baik, maka tolong pulangkan aku secara baik baik pula. 


NB :

Aku sangat merindukanmu. Nada nada kecil kita pun membutuhkanmu. Aku yakin kamu akan sangat senang melihat mereka berdua. Apalagi nada pertama kita, ia sangat indah sekarang, ia selalu membuat orang orang disekitarnya tertawa dan bahagia. Sepertinya ia memiliki selera humormu dibandingkan dengan diriku hehe

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Coretan Tinta

coretan tinta dari sesosok perempuan untuk kotak musiknya yang telah lama hilang;

— hai kotak musik, apa kabar kamu dengan semua kesibukanmu? sudah lama alunan nada darimu tidak terdengar. apakah semua baik baik saja? aku disini masih sama. masih mencoba menemukan kembali senyumanku yang sempat hilang.

kalau boleh jujur, sebenarnya saat ini aku tidak tau apa yang aku rasakan. aku tidak tau apakah aku merindukan nada nadamu atau aku sudah bisa dan terbiasa mencari bahagiaku tanpa didampingi oleh nadamu. tapi yang aku tau pasti, rasa kehilangan itu tetap ada. kamu tau kotak musik, semenjak kejadian waktu itu, aku merasa aku sudah kehilanganmu. kamu sudah semakin menjauh dari peredaranku. bukan, bukan karena jarak dan waktu yang kita lalui saat ini, tapi karena tanpa kamu sadari, mungkin akhir akhir ini kamu yang berjalan mundur secara perlahan. ya aku tau, saat terakhir aku membuka kotakmu, alunan nada itu mengatakan bahwa kamu tidak akan hilang dariku, kamu akan tetap kembali padaku, atau kita yang sama sama memilih melangkah menuju satu tujuan kedepan; tapi semua nada itu terasa hampa saat ini, seperti tidak ada maknanya. karna rasa kehilangan ini lebih nyata rasanya.

kamu ingat dulu kamu pernah berkata bahwa aku tidak perlu khawatir tentang kejujuranmu mengenai rasa sayangmu padaku, karna disaat aku menanyakannya dan kamu masih bisa menjawabnya, maka saat itu kamu memang menyayangiku. tapi jika kamu sudah tidak bisa menjawabnya lagi, maka kamu sudah tidak menyayangiku. lalu kamu ingat apa yang terakhir kali terjadi? aku sempat mengatakan tiga rangkaian kata itu beberapa hari kebelakang, tapi kamu tidak menjawabnya. kamu benar benar tidak menjawabnya sama sekali. tidak seperti biasanya. apakah itu pertanda bahwa rasa itu memang sudah tidak ada lagi ya?

hmm mungkin memang pikiranku saja yang berjalan terlalu jauh, atau mungkin memang itu yang sebenarnya? yaa.. hanya kamu yang tau.

saat ini, aku memang tidak mengerti apa yang sedang terjadi antara kita. aku tidak tau apa yang sedang terjadi kepadamu. apa yang ada di pikiranmu akhir akhir ini hingga semuanya jadi seperti ini sekarang. kita seperti sedang menemui sebuah persimpangan, dan kamu memilih jalan yang berbeda, atau mungkin aku yang memilih perbedaan jalan tersebut? aku tidak tau.
pada awalnya aku kira kembalinya nada mu kemarin akan menjadi akhir yang bahagia untuk kita. aku kira siklus kita akan berbeda sekarang, seperti yang kamu yakinkan berkali kali padaku. tapi mengapa saat ini aku tidak merasakan demikian? apa yang salah dengan kita? aku tidak bisa mengerti apa yang terjadi dan apa yang kamu rasakan jika kamu berkali kali menghilang tanpa adanya penjelasan.

aku tidak tau apakah nada mu sekarang ini menunjukan bahwa kamu masih membutuhkan waktu; atau.. kamu memang punya alasan lain yang aku tidak tau?
jika memang iya kamu masih membutuhkan waktu, kalau boleh aku tau, berapa lama lagi yang kamu butuhkan sebenarnya? mau sampai kapan kita berada dalam keadaan seperti ini? sampai kapan aku harus menunggumu dalam ketidak pastian seperti ini? aku sempat terpikir bahwa aku ingin menjadi sosok yang sangat egois untuk sekalii saja, egois agar kamu bisa ada dan menemaniku disaat masa masa sulitku seperti kemarin dan tidak mau peduli ataupun mengerti dengan apa yang kamu rasakan. tapi aku tau itu sangat tidak mungkin karena kamu pun membutuhkan waktumu sendiri dan aku harus bisa mengerti akan hal itu; hingga pada akhirnya aku hanya bisa mengubur pemikiran itu dalam dalam.

tapi yasudah.. aku akan mencoba mengerti, kamu memang tidak akan menjelaskannya hingga kamu benar benar merasa perlu untuk menjelaskannya, bukan? dan aku juga disini tidak bisa memaksakan hal tersebut.

kamu tau kotak musik, semenjak kejadian itu, aku benar benar membutuhkanmu sebenarnya. banyak hal yang ingin aku bagi denganmu, karna aku merasa tidak sanggup menahannya sendiri. aku butuh kamu untuk membantu menopang diriku sendiri. aku merasa berada di titik terendah hidupku. tapi yang kamu lakukan, kamu menghilang lagi lagi dan lagi, hingga aku harus berjuang sendiri untuk bangun dan mencari bahagiaku lagi.
tapi kamu tau, aku percaya bahwa usaha memang tidak akan membohongi hasil. buktinya sekarang aku sudah bisa tersenyum loh! yaa memang.. senyumku masih belum seperti dulu, tapi menurutku ini pencapaian besar bagi diriku karna aku berjuang sendiri, tanpa kamu. awalnya ku kira aku tidak bisa jika tidak ada kamu, tidak ada alunan nada darimu yang selalu mengingatkan ku bahwa hidup ini indah, bahwa alunan nada itu akan selalu menemani kemana pun aku melangkah; tapi ternyata aku bisa. kamu harus bangga padaku ya, karna aku merasa bangga pada diriku sendiri yay!

disini, aku selalu mendoakanmu setiap hari. aku hanya bisa menyemangatimu dalam diam. hanya sekedar untuk memberikanmu ucapan selamat pagi pun, semakin hari semakin aku merasa tidak berhak untuk melakukannya. aku selalu merasa, jika aku melakukannya, aku akan mengganggumu. aku tidak ingin menjadi beban bagimu, karena jujur, akhir akhir ini aku merasa bahwa aku hanya beban bagimu sehingga kamu memutuskan untuk hilang seperti ini. semoga aku bukanlah beban yang menahanmu untuk mengembangkan alunan nadamu ya, kotak musik.

oya! sebenarnya lewat tulisan ini, aku hanya ingin menyampaikan terimakasih ku untuk yang kesekian kalinya padamu. terimakasih untuk tiga taun yang sangat berharga ini. kamu adalah sosok yang selalu mengajariku banyak hal. kamu yang mendorongku untuk mempelajari banyak hal diluar batas kemampuanku dan diluar zona nyamanku. walaupun kamu mengajariku dengan cara absennya kamu dari peredaranku, tapi itu membuatku menjadi sosok aku yang sekarang. itu membuatku mampu meyakinkan diri sendiri bahwa sebenarnya aku mampu melewati apapun tanpa adanya sosok lain yang mendampingi, aku sekuat itu ternyata. aku menjadi sosok yang lebih baik lagi sekarang, dan itu semua berkat kamu. aku merupakan salah satu orang yang sangat beruntung karna telah diberikan kesempatan untuk mengenal dekat sosokmu. sosok yang amat sangat berharga; tidak hanya untuk diriku saja, tapi untuk semua orang yang ada di sekitarmu. terimakasih ya untuk semuanya! dan sampaikan juga terimakasihku pada pemilik surgamu karna telah melahirkan dan membimbing kamu hingga kamu menjadi sosok yang seperti sekarang.

kotak musik, baik baik ya kamu disana dengan semua kesibukanmu. semoga kamu selalu diberikan kemudahan dan kelancaran. semoga kesulitan yang kamu alami, pikiran pikiran mengganggu yang kamu rasakan, dapat terselesaikan. aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu agar alunan nada mu kembali menjadi alunan yang indah dan membuat bahagia orang orang disekitarmu. jaga diri dan jaga kesehatan ya. semoga kamu bisa selalu tersenyum setiap hari nya!

NB :
jika kamu bermaksud untuk meninggalkan peredaranku, silahkan. jika memang itu mau mu, aku tidak akan melarangmu. aku tidak akan memohon mohon padamu untuk tetap tinggal atau pun menahanmu. kamu berhak untuk memilih pergi ataupun tetap tinggal. tapi jika memang kamu ingin pergi, mungkin akan lebih baik jika kamu mengatakannya kepadaku terlebih dahulu, tanpa harus menghilang berkali kali seperti ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Alunan Nada Itu Kembali Menjadi Seperti Semula.. Benarkah?

kotak musik itu masih tetap tersimpan rapih di tempatnya hingga saat ini. walaupun terdapat sedikit debu yang menyelimutinya, karena sudah lama tidak tersentuh, tapi kotak musik itu masih tetap disana, di tempat yang sama, dengan posisi yang sama, namun anak perempuan itu tidak tau apakah nada yang dialunkannya masih sama seperti awal ia membukanya atau seperti terakhir kali ia membukanya..

saat terakhir kali perempuan itu membuka kotak musik tersebut, tiba tiba terdapat sesuatu hal yang aneh yang terjadi pada kotak musik itu. malam itu, anak perempuan itu sangat merindukan alunan nada yang dikeluarkan oleh kotak musik tersebut, ia berniat untuk membukanya dan menikmati kenyamanan yang diberikan oleh kotak musik itu setelah beberapa lama ia tidak pernah merasakannya. namun malam itu, ketika ia membuka kotak musiknya, alunan nada yang dikeluarkannya berbeda dari biasanya. alunan nada itu terdengar asing di telinga anak perempuan itu. anak perempuan itu mengetahui bahwa rangkaian nada yang dialunkan merupakan rangkaian nada sebuah kebahagiaan, tapi entah mengapa, nada yang dirasakan oleh anak perempuan itu menjadi kebalikannya, menjadi nada yang membuatnya bersedih. ia mencoba berkali-kali menutup dan membuka kembali kotak musik itu agar rasa itu berubah, tapi ternyata tetap tidak ada perubahan apapun. akhirnya ia lelah mencoba dan membiarkan alunan nada tersebut menyelimuti perasaannya yang membuatnya menjadi bersedih. semakin lama nada itu ia dengarkan, semakin lama ia menghayati setiap nadanya, semakin anak perempuan itu menyadari bahwa sebenarnya alunan nada yang dimainkan kotak musik itu masih tetap sama, tidak ada perubahan dari saat ia pertama kali membuka kotak musik itu. namun yang membuatnya berbeda adalah ia sadar bahwa alunan nada itu sudah bukan diperuntukkan untuk dirinya lagi, atau bahkan mungkin memang dari dulu, alunan nada itu memang tidak pernah diperuntukkan untuk dirinya..

dan semenjak saat itulah ia sudah tidak lagi membiasakan dirinya untuk mendengarkan alunan nada dari kotak musik itu.

walaupun sebenarnya alunan nada itu masih selalu terekam jelas dalam ingatannya, ia menjadi mulai terbiasa untuk tidak mendengarkan alunan nada dari kotak musik itu. karena dalam pikirannya, jika ia nanti sudah terbiasa dengan tidak mendengarkan alunan nada dari kotak musik tersebut, ia akan menjadi bisa hidup tanpa kotak musik tersebut, meskipun jauh di dalam hatinya, masih terdapat keengganan, keengganan yang sangat untuk menjadi terbiasa tanpa kotak musik itu.

sampai akhirnya pada suatu hari, ketika anak perempuan itu sedang disibukkan dengan kegiatannya, entah darimana, ia mendengar kembali alunan nada yang sempat hilang itu, alunan nada yang sangat ia rindukan, alunan nada yang ia coba untuk membiasakan diri agar tidak mengiringi kesehariannya lagi, alunan nada dari kotak musik itu..

entah ada maksud apa, tiba-tiba kotak musik itu ada disana.. terbuka.. dan memainkan alunan nada itu lagi..

air mata mengalir begitu saja di pipi anak perempuan itu. ia menangis.. mengapa ia menangis? apakah ia bersedih? kenapa ia harus bersedih? tunggu! ternyata itu bukan air mata kesedihan, itu merupakan air mata bahagia..

semenjak terakhir kali ia membuka kotak musik itu, ia sudah tidak pernah menangis. mungkin lebih tepatnya ia sudah tidak bisa menangis. ia mati rasa. sampai akhirnya, pada hari itu.. air mata itu mengalir begitu saja tanpa bisa dikontrol olehnya.
air mata itu menjadi simbol kerinduannya selama ini akan kotak musik itu, akan alunan nada yang dikeluarkan kotak musik itu.
air mata itu menjadi simbol bahwa ia masih memberikan ruang arti yang sama walaupun ia pernah merasa sangat sakit hati tapi ia mampu memaafkan kotak musik itu.
air mata itu menjadi simbol bahwa benteng pertahanan yang telah ia bangun semenjak kepergian alunan nada itu, menjadi hancur kembali.
air mata itu menjadi simbol bahwa ternyata rasa itu masih tersimpan disana.
bahwa sebenarnya selama ini ia hanya menyimpan rasa itu, bukan membuangnya..

setelah beberapa kali ia mendengarkan kembali alunan nada dari kotak musik tersebut, pada moment seperti itu, seharusnya anak perempuan itu merasa bahagia. namun kenyataanya, ia tidak menunjukkan emosi apapun, ia tidak terlihat bahagia, namun ia juga tidak terlihat bersedih. ada apa dengan anak perempuan itu? apakah ada yang salah?

satu malam itu, setelah anak perempuan tersebut mendengarkan kembali alunan nada dari kotak musik itu, ia mulai berpikir dan menanyakan pertanyaan-pertannyaan pada dirinya sendiri.

"aku sudah mulai dapat merasakan lagi sekarang, merasakan rasa yang sempat hilang akhir-akhir ini. jika bisa dikatakan, aku merasakan kembali bahagia, bahagia yang sangat, bahagia yang sesungguhnya. tapi apakah aku harus merasa bahagia setelah mengalami hal ini? maksudku, apakah aku boleh merasa bahagia? aku takut untuk merasa bahagia lagi. karena seperti yang sudah sudah, disaat kita bahagia, terdapat kemungkinan yang sangat besar bahwa kita akan merasakan sakit lagi, bukan? aku tidak mau merasa sakit lagi jika aku boleh memilih. aku tidak sanggup melewati fase itu lagi. iya aku tau, Tuhan menciptakan semuanya berpasangan, termasuk rasa bahagia dan sedih, termasuk datang dan pergi, termasuk menyayangi dan sakit hati. karna hal tersebut, aku menjadi bertanya-tanya kembali apakah aku memang boleh untuk bahagia? tapi aku tidak sanggup bila harus merasakan sakit lagi. apakah bisa aku hanya meminta kebahagiaan saja tanpa harus merasakan pasangannya? aku tau itu tidak adil. aku tau bahwa hal itu tidak mungkin terjadi.. tapi aku mohon Tuhan, jika aku diperbolehkan untuk merasa bahagia lagi, aku mohon untuk tidak menyertakan pasangannya bersamanya, Tuhan. aku sudah tidak sanggup. Tuhan, apa mungkin lebih baik jika aku memilih untuk tidak merasakan apa-apa? dengan tidak merasakan bahagia, mungkin aku tidak akan merasakan sedih nantinya. aku tau Tuhan, ini pemikiran yang salah, tapi sepertinya memang lebih baik seperti itu, lebih baik untuk tidak merasakan apa apa, benar kan?"

begitulah kurang lebih yang dipikirkan oleh anak perempuan itu. sehingga itulah yang menjadi alasan baginya untuk dirinya mencoba tidak merasakan apa apa.

suatu malam, pernah ada yang mengatakan kepada anak perempuan itu seperti ini :

tidak perlu memperudulikan apakah orang lain menghargai usaha kita atau tidak, yang terpenting adalah kita mampu untuk menghargai usaha kita sendiri.

kata kata itu memiliki makna yang begitu luas. seperti misalnya, disaat kita melakukan sesuatu untuk seseorang, mengusahakan sesuatu untuk seseorang, kita tidak boleh mengharapkan bahwa orang tersebut akan melakukan hal yang sama pada kita. bahkan untuk sekedar menoleh dan mengatakan terimakasih pada kita pun, kita sudah seharusnya tidak mengharapkannya. kata-kata itu mengajarkan kita untuk ikhlas dan tidak mengharapkan imbalan.

namun kata-kata itu juga mengajarkan pada kita bahwa dalam berusaha untuk orang lain, atau mengusahakan orang lain, kita seharusnya mampu menghargai usaha kita yang telah dilakukan. maksudnya, ketika kita sudah merasa bahwa kita sudah cukup berusaha, sudah cukup mengusahakan seseorang, tapi orang tersebut masih tetap tidak menghiraukan, tidak menghargai atau selalu merasa kurang dengan usaha yang telah kita lakukan, atau bahkan mungkin terlalu terlena karena selama ini selalu diusahakan sehingga ia tidak pernah mau berusaha, maka pada saat itulah saatnya kita untuk mulai menghargai usaha usaha yang telah kita lakukan. saat itulah kita harus menghargai diri kita sendiri. hal tersebut bukan berarti menyerah, tetapi merasa sudah cukup dengan usaha yang dilakukan, sehingga tidak ada salahnya untuk melangkah.

secara tidak langsung, kata-kata tersebut menyuruh kita untuk berpikir realistis dan tidak mengedepankan ego kita...

anak perempuan itu mencoba untuk berpikir realistis sekarang. berpikir realistis mengenai apa yang dirasakannya, apa yang dirasakannya untuk kotak musik itu.
ia harus berpikir realistis..
bahwa dulu, disaat ia memanggil kotak musik itu, disaat ia benar-benar sedang membutuhkan semangat dari alunan nada bahagia kotak musik itu, kotak musik itu tidak menoleh sama sekali, kotak musik itu malah memberinya alunan nada yang asing baginya, alunan nada kesedihan, sehingga ia mau tidak mau harus melaluinya sendiri.
bahwa dulu, dengan mudahnya, kotak musik itu menggantikan posisi anak perempuan itu, dengan mudahnya kotak musik itu memindahkan peruntukkan alunan nadanya untuk anak perempuan lain, bukan untuk dirinya lagi, atau bahkan mungkin memang sebenarnya tidak pernah diperuntukkan untuk anak perempuan itu, kotak musik itu hanya bermain-main saja dengannya.
bahwa dulu, kotak musik itu seperti tidak menganggap semua usaha yang telah dilakukan oleh anak perempuan itu, seperti semua yang telah mereka alami tidak ada artinya sama sekali.
bahwa dulu, kotak musik itu dengan mudahnya melupakan anak perempuan itu, melupakan bahwa anak perempuan itu pun memiliki rasa, memiliki hati, dan memiliki nadanya sendiri yang selalu ia berikan untuk kotak musik itu.

sulit memang untuk berpikir realistis jika yang harus dilawannya adalah hati. hal tersebut lah yang membuat anak perempuan itu, hingga saat ini, masih tidak tahu apa yang harus dirasakannya, apa yang boleh dirasakannya. banyak sekali yang ia pertimbangkan saat ini. termasuk perihal hati, ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri, bahwa alunan nada yang didengarkan olehnya, masih tetap berasal dari kotak musik itu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Hai Kamu, Terimakasih Ya

hai kamu,

ternyata masa kita bersama lagi sekarang. aku tak menyangka akan secepatnya ini. ini menjadi seperti mimpi. mimpi yang jadi kenyataan. 
terimakasih ya. aku sangat berterimakasih padamu. kamu tidak akan tahu seberapa bersyukurnya aku akan hal ini. 
terimakasih..

tapi..
ada sesuatu yang ku rasa berbeda. aku merasa ada yang berbeda dengan mu. 

kamu tau malam hari? suasana yang timbul saat malam hari,  udara saat malam hari, keadaan saat malam hari? ya semua tentang malam hari. kamu sekarang layaknya malam hari. membuatku lebih tenang tapi kamu dingin. 
entah kenapa aku merasa seperti ini. mungkin karna ada yang berbeda dari kita. dari kebiasaan kita dahulu. terutama dari intensitas kita bertemu. 
ya aku mengerti, mungkin memang masa mu sekarang seperti ini. sibuk dengan dunia mu. sibuk dengan malam mu. aku harus bisa mengerti itu. aku harus memberimu waktu. tapi terkadang, aku hanya ingin kau hadir. selalu hadir, seperti sedia kala. tapi aku tau, aku tidak berhak menuntutmu seperti itu. 

kamu tau..
aku sekarang sangat ingin menjadi bintang untukmu. karna bintang selalu dibutuhkan oleh malam. malam selalu membutuhkan bintang untuk membantunya menerangi dunianya. malam selalu membutuhkan kehadiran bintang setiap saatnya. malam selalu merindukan bintang.
aku disini mencoba untuk selalu hadir untukmu. layaknya bintang yang selalu hadir untuk malam. bintang yang tetap setia menunggu meskipun malam pergi meninggalkan dan digantikan siang. bintang yang masih tetap mencoba untuk membantu menerangi meskipun hujan turun dan cahaya bintang itu tertutupi oleh awan. bintang yang selalu ada untuk sang malam dan berharap dirindukan oleh sang malam. 

aku iri dengan bintang. aku ingin menjadi bintang bagi sang malam. aku ingin menjadi bintang bagi malamu, bukan bintang pada umumnya.

aku membaca sebuah tulisan seseorang, yang menurutku menggambarkan apa yang aku rasakan. tulisan itu seperti ini :
Seringkali…
aku ingin menjadi entah
Yang mampu kau pertanyakan hadirnya
Yang bisa kau minta pada semesta
Yang juga tidak kauketahui akhirnya
Lalu mulai kau cari
Ke sana ke mari
Seringkali…
aku ingin menjadi tiada
Agar bisa kaurindukan hadirnya
Lalu tak pernah alpa kau doakan pada Sang Maha Cinta
Aku ingin menjadi entah
Agar ketika akhirnya kita berjumpa
Tak akan lagi rela kau lepaskan aku
Walau untuk sejenak saja.
- T.S

tapi yasudahlah. aku tidak punya hak untuk menuntutmu macam-macam. aku juga tidak bisa untuk memaksakan apa yang kamu rasakan. aku tidak bisa memaksakan keinginanku padamu juga. 

sebenarnya, tujuanku menulis ini, aku ingin menyampaikan rasa bersyukurku. aku ingin berterimakasih pada mu. sangat berterimakasih. 
terimakasih ya sudah mengijinkan masaku untuk berdampingan dengan masamu lagi. terimakasih sudah memaafkan kesalahanku yang pernah ku lakukan padamu. terimakasih untuk semua hal yang telah kamu lakukan untukku. walaupun sekarang aku masih tetap menunggu, tapi penantianku menjadi lebih tenang sekarang. semoga penantian ini berbuah ya. semoga penantian ini berujung seperti apa yang kita harapkan. semoga masa yang dihabiskan untuk penantian ini tidak sia sia. semoga semua tidak terlambat. 

sekali lagi, terimakasih ya kamu. aku tidak tau harus sesering apa aku berterimakasih untuk menyampaikan rasa bersyukurku, untuk menyampaikan bahagianya aku.
terimakasih ya..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Semoga Kita Bertemu di Persimpangan Selanjutnya ya Ki..

hai eki..

akhirnya ada nama yang ditulis di kanvas ini. nama asli seseorang, bukan lagi sebuah perumpamaan. 

maaf kalau keadaan kita jadi seperti ini sekarang. maaf karna aku udah buat kita jadi kaya gini. aku tau, sebesar apapun permintaan maaf aku, itu ga akan bisa ngerubah keadaan. sebesar apapun permintaan maaf aku, itu gaakan ngilangin kecewanya kamu. sebesar apapun permintaan maaf aku, itu gaakan buat masa kamu kembali.

mungkin kemarin cara pandangku masih ketutup, dan sekarang aku udah mulai sadar. 

maaf ya ki selama ini aku egois. aku selalu mau kamu ngertiin aku, tapi aku ga melakukan usaha apapun untuk ngertiin kamu. aku selalu nuntut untuk semua keinginan aku dipenuhin sama kamu, tapi aku gapernah mau menuhin keinginan kamu ataupun kebutuhan kamu, bahkan mungkin aku gapernah nanya apa yang sebenarnya kamu butuhin. 

apa yang udah aku lakuin ke kamu selama ini, emang ga seharusnya diterima sama siapapun, terutama kamu ki, orang yang bener bener aku anggep penting di hidup aku, orang yang aku sayang. semua masalah ada di diri aku sendiri. aku sendiri yang buat masalah ini. aku yang bikin masalah ini ada. aku yang gapunya kepercayaan diri sama diri aku sendiri. aku yang ga yakin sama diri aku sendiri. aku yang selalu ngerasa kurang sama diri aku sendiri. aku yang gapernah liat kelebihan diri aku, yang mungkin kamu liat, tapi aku ga pernah sadar sama hal itu. atau mungkin aku liat dan aku sadar tapi aku ngerasa itu ga cukup, aku tetep ngeliat banyak kurangnya diri aku. aku ngerasa aku ga akan pernah cukup buat kamu. dan itu bikin aku takut. takut untuk kehilangan kamu. rasa takut itu berbanding lurus sama rasa sayang aku. makin lama, rasa takut kehilangan itu jadi semakin besar. sampai akhirnya itu berdampak ke kamu. itu berdampak ke kita. dan selebihnya berdampak besar sama diri aku sendiri. 

karna hal itu, aku jadi orang yang mungkin kamu ga akan pernah mau kenal selama ini. aku jadi orang yang selama ini mungkin kamu hindarin. aku jadi orang yang bukan kamu butuhin di hidup kamu. 

mungkin ini kesannya aku nyalahin diri sendiri. tapi engga kok ki. aku ga nyalahin diri sendiri. aku jadiin ini reminder buat diri aku. aku jadiin ini sesuatu yang bisa bikin aku sadar sama keadaan aku. bukan berarti dengan ga nyalahin diri aku sendiri, aku jadi nyalahin kamu. engga kok ki. aku ga nyalahin kamu. kamu ga salah. aku ga nyalahin kamu karna ga bisa tahan sama sikap aku selama ini. aku ngerti kenapa kamu ngambil keputusan ini. karna mungkin, kalau aku ada di posisi kamu pun, aku bakal ngelakuin hal yang sama kaya kamu. aku bakal cape sama diri aku sendiri. aku ga akan tahan sama diri aku sendiri. 

ki...
aku tau, pintu buat aku udah banyak yang ketutup. setiap kesalahan yang aku buat selama ini bikin pintu pintu itu mulai ketutup satu per satu. dan kesalahan aku kemarin itu nutup pintu terakhir buat aku. aku tau, dengan aku mohon mohon dalam bentuk apapun itu gakan bisa ngerubah keadaan kita sekarang. aku bakal nyoba buat nerima keadaan ini sekarang. aku gabisa janjiin kamu apa apa ki. aku gabisa janjiin kalau aku bisa lupain kamu, bisa ngilangin rasa ini ke kamu. aku juga gabisa janjiin kalau rasa ini bakal terus ada, kalau aku bakal terus nunggu kamu. aku gatau kedepannya gimana. mungkin bisa aja aku ga akan pernah bisa ngilangin rasa ini, atau sebatas ngurangin pun, aku gabisa. mungkin bisa juga aku dengan mudahnya ngilangin rasa ini dengan waktu yang singkat. banyak banget kemungkinan yang bisa terjadi. 

tapi satu hal yang bisa aku janjiin ke kamu ki. aku mau nyoba buat berubah. aku jadiin ini pukulan yang bener bener besar yang pernah aku dapet. mungkin aku bisa anggep ini hadiah ulang taun dari kamu, hadiah ulang taun yang paling berharga yang pernah aku terima. karna kalau aku ga nerima ini, aku gakan mau nyoba buat berubah. makasih ya ki udah ngasih hadiah ini ke aku. aku gakan pernah lupain kamu yang udah ngajarin aku hal berharga, yang orang lain pun udah coba ajarin ke aku berkali kali tapi ga pernah ngaruh di hidup aku, bahkan orang tua aku sendiri pun udah sering ngasih tau tapi gapernah ngaruh apa apa. mungkin emang udah jalannya kaya gini, emang caranya harus kaya gini biar bisa bikin aku sadar. mungkin orang yang bisa ngasih aku ini cuma kamu, bukan orang lain. emang jalannya harus lewat kamu. 

aku mau usaha keras buat bisa berubah ki. aku mau berubah buat diri aku sendiri, walaupun ada bagian kecil dari diri aku yang bilang kalau aku berubah memang buat kamu, aku berubah karna kamu. 

ki...
makasih ya udah jadi salah satu orang yang berharga di hidup aku. sampai kapanpun, kamu bakal tetep berharga buat aku. walaupun mungkin nanti rasa ini udah ga ada, tapi aku gakan lupain kamu, gakan lupain seberharganya apa kamu buat aku.

inget ya ki, jangan pernah mikir kalau kamu gapunya apa apa. jangan pernah bilang lagi kalau kamu gapunya apa apa. kamu punya banyak banget hal yang berharga di diri kamu. banyak banget ki, dan itu amat sangat berharga. kamu punya banyak hal berharga yang mungkin orang lain ga punya. kalau kamu ga punya itu, kamu ga akan bisa bikin aku kaya gini sekarang. kamu ga akan bisa bikin orang yang keras kepalanya kaya batu, sadar. kamu ga akan bisa ngajarin aku banyak hal tentang hidup. kamu ga akan bisa seberharga ini buat aku. 

tiap pagi aku bangun, aku makin kangen sama kamu masa ki. aku gatau besok besok aku gimana. tapi aku bakal coba buat mikir positif. dengan dikasih kaya gini, yang harusnya aku lakuin ya bilang makasih sama kamu. makasih banget ya ki. kalau ga ada kamu mungkin aku ga akan pernah bisa dapet hal kaya gini. makasih banyak ya ki.
 kayanya sesering apa pun aku bilang makasih, ga akan cukup buat bales semua rasa bersyukurnya aku ketemu sama kamu. 

kamu baik baik ya eki. jaga kesehatan kamu. makan yang bener. aku udah ga bisa jagain kamu lagi sekarang. aku udah gabisa lagi nemenin kamu main game, nonton atau ngingetin makan. aku udah gabisa lagi nemenin kamu bikin lagu. aku udah gabisa lagi gangguin kamu. aku udah gabisa lagi bangunin kamu pagi pagi yang susahnya minta ampun. aku udah gabisa lagi nemenin kamu sampe ketiduran kalau kamu lagi sakit. aku udah gabisa lagi ada buat kamu ki. jangan sampe kamu nyakitin diri sendiri ya eki. aku gamau kamu kenapa napa. tapi kalau nanti kamu butuh aku, butuh dalam bentuk apapun, jangan sungkan buat bilang ya. kalau aku bisa bantu, aku pasti bantuin kamu. mungkin aku gakan bisa kaya kemaren kemaren buat ngeprioritasin kamu lagi, tapi aku bakal tetep usaha buat bisa bantu dan ada buat kamu kalau kamu butuh aku atau kamu mau aku ada buat kamu. 
eki belajar yang bener ya. inget semua mimpi mimpi kamu yang pernah kamu ceritain ke aku, atau mungkin yang belum sempet kamu ceritain ke aku. aku yakin kok kamu bisa dapetin semua mimpi mimpi kamu. aku udah sering banget bilang ke kamu kalau aku yakin kamu bakalan sukses. kamu bakalan jadi orang hebat ki. mungkin aku udah gabisa lagi nemenin prosesnya kamu dari nol sampai akhirnya kamu bisa dapetin semuanya. bahkan buat sekedar ngingetin tentang mimpi mimpi itu aja aku udah gabisa. tapi aku bakal terus berdoa buat kamu. aku pasti doain kamu. doain buat suksesnya kamu. doain semua yang terbaik buat kamu. walaupun mungkin di dalemnya nanti ga ada kehadiran aku, ga ada kita, tapi aku gakan lupa buat ngedoain kamu. nama kamu udah aku masukin di setiap doa aku tiap harinya. 

sebenernya masih banyak banget yang ingin aku sampein ke kamu. tapi kanvas ini ga akan cukup buat bisa nyampein itu semua. semua kosa kata yang aku punya pun ga akan bisa buat nyampein itu semua ke kamu. 
mungkin sekarang kita dikasih keadaan kaya gini buat sama sama belajar. buat sama sama sadar seberapa penting arti satu sama lain. seberapa penting arti kamu buat aku. seberapa besar hadirnya kamu aku butuhin di perjalanan hidup aku. seberapa besar rasa sayang aku ke kamu. gitu juga kamu. kita sama sama dikasih waktu. kita sama sama dikasih ruang. buat berpikir, buat merasakan, dan buat menyadari. 

sekarang, aku cuma bisa berdoa. berdoa buat kamu. berdoa buat kita. aku cuma bisa berdoa semoga kita dipertemukan lagi di persimpangan selanjutnya. aku disini, cuma bisa usaha bikin diri aku pantes buat kamu. walaupun sekarang kamu ga hadir di masa aku, kamu gabisa nemenin di prosesnya aku untuk bikin aku pantes buat kamu, aku bakal tetep usaha. aku bakal usaha sekeras mungkin, sampe aku udah gabisa usaha lagi. dan kamu, silahkan cari apa yang mau kamu cari, apa yang ingin kamu temuin. silahkan kamu memantaskan diri kamu sendiri untuk siapapun itu nantinya. semoga disaat nanti kamu sudah mengetahui apa yang kamu butuhkan, kamu sudah mengetahui siapa diri kamu, aku masih bisa ada untuk kamu. 
aku disini, cuma bisa berharap, semoga nanti disaat kita bertemu lagi di persimpangan selanjutnya, kita berjalan bersamaan, ga ada seorang pun yang harus menunggu. walaupun salah satu harus menunggu, semoga yang lainnya hadir di saat yang tepat, saat orang itu masih setia menunggu. biar ga ada penyesalan dan kata terlambat. karna jodoh itu dicari bukan? jodoh itu kita yang nyamperin. jodoh itu diusahakan bukan di tunggu, ya kan ki? itu yang suka kamu bilang ke aku. 

aku bakal inget kata kata kamu yang ini :
semua hal terjadi karna ada tujuannya. semua orang ketemu dan berpisah karna ada alesannya. 

kejadian ini bikin aku sadar kalau ini adalah alasan kamu hadir di masa aku selama ini. kehadiran kamu bener bener berharga buat aku ki. kamu punya makna yang besar di hidup aku.

selamat menjalani masa kamu tanpa hadirnya aku dulu ya ki. untuk saat ini aku absen dulu di masa kamu. masa aku buat kamu udah terhenti untuk sekarang. saatnya kita ngasih ruang buat diri sendiri. semoga setelah ini kita jadi tau kedepannya kita harus gimana, kita jadi tau baiknya kedepannya gimana untuk kita. semoga setelah ini, kita ditunjukin jalan yang terbaik ya. semoga kita menjadi lebih baik lagi. 

NB :
aku masih berharap masa kita bisa bersama lagi. ya mungkin tidak sekarang, mungkin itu nanti, tapi aku berharap itu secepatnya. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bahagia yang Sesungguhnya

kali ini, aku, melalui kanvas ini, akan bercerita mengenai seorang anak perempuan. anak perempuan yang sudah sekian lama- dan pada akhirnya dapat menemukan senyumannya lagi..


kalian tau apa arti bahagia? apa kalian bisa menjelaskan bagaimana rasanya bahagia? 
ku kira, tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan arti bahagia yang sesungguhnya,
karna menurutku, perbedaan persepsi mengenai makna bahagia itu nyata. 
aku tidak akan memperdebatkan soal makna bahagia saat ini. tapi aku akan memberi tau satu rahasia mengenai "bahagia" itu seperti apa. 

ada seorang anak perempuan yang sering kuperhatikan pola tingkah lakunya. semakin lama kuperhatikan, semakin terasa asing bagiku melihatnya. apakah kalian pernah melihat seseorang yang tidak pernah tersenyum? seseorang yang kesehariannya memaksakan ketidak pastian yang ia temui menjadi sesuatu yang pasti? seseorang yang mimpi mimpinya pernah ia usahakan lalu secara tidak sadar ia lupakan begitu saja? ya, begitulah anak perempuan itu. aku tidak tau apa yang terjadi padanya hingga dia seperti itu. mungkin masa lalu nya yang menjadikannya seperti itu. atau mungkin pandangannya mengenai kehidupan yang membuatnya seperti itu. ah bisa juga karna memang ia lelah mengejar sesuatu hal yang tidak ingin dikejar olehnya. 
banyak kemungkinan yang bisa menjadi alasannya, namun hanya ia sendiri yang tau mengapa. oiya, mungkin jika kalian memperhatikan perempuan itu, kalian akan mengatakan tidak ada yang asing dengan dirinya dan pola tingkah lakunya. ia sama saja dengan anak perempuan lainnya. tapi jika kalian perhatikan lagi lebih dalam, kalian akan melihat bahwa senyumnya selama ini tidak memiliki makna, kesehariannya hanya kepasrahan akan hidup yang harus ia jalani. mungkin akan lebih mudah jika kalian membandingkan hal tersebut dengan pemandangan yang ku lihat sekarang pada dirinya.

perubahan selalu terjadi pada seseorang yang memiliki kesungguhan dalam dirinya untuk berubah bukan?
tapi terkadang, jika hanya memiliki kesungguhan dalam diri saja- itu tidak cukup kuat. terkadang seseorang membutuhkan sosok nyata kesungguhan lain yang bersedia hadir dan mau membantu dalam setiap langkah yang ingin dicapainya. 

ya, seperti itulah yang terjadi pada anak perempuan yang kisahnya sedang kalian dengarkan sekarang. 

anak perempuan ini bertemu dengan sosok nyata kesungguhan lain yang belakangan ini mengajarkan lagi bagaimana caranya untuk berjalan, berjalan untuk menata kembali hal-hal yang pernah secara tidak sadar ia lupakan, bukan memaksanya untuk berlari hingga ia kelelahan. 

music box. ya, ia mengibaratkan sosok tersebut adalah sebuah music box. kata "mengapa" pasti sudah tergantung diujung bibir kalian sekarang mengenai pengibaratan tersebut. 
sudah cukup lama, perempuan ini sudah lupa bagaimana rasanya hidup diiringi nada yang bertautan hingga tertata menjadi sebuah lagu. lagu yang mampu mengingatkannya perihal apa sebenarnya makna bahagia bagi dirinya. lagu yang mampu mengingatkannya akan dirinya sendiri. nada nada tersebut tidak dapat ia temukan pada sosok yang lain. nada nada tersebut hanya dapat terdengar dari sebuah sosok yang mengerti bagaimana seharusnya sebuah nada diperlakukan. sosok yang mengerti bagaimana sebuah rangkaian nada dapat menunjukkan sebuah perasaan indah yang baru bagi seseorang. sosok yang mampu menghargai sebuah nada, sebagaimana music box menghargai nada nada yang selalu mengalun setiap anak kecil- perempuan membukanya. 

perempuan itu bertemu secara tidak sengaja dengan music box. mungkin jika diperhatikan dari luar, music box ini terlihat masih baru, kokoh dan tidak tergores sedikit pun. selain itu, music box tersebut, entah mengapa, memiliki daya yang mampu membuat anak perempuan tersebut merasa kecanduan. kecanduan akan nada nada yang dilantunkan setiap kali music box itu terbuka. namun ada hal yang berbeda mengenai music box tersebut jika kita melihatnya saat terbuka. ternyata music box tersebut tidak sekokoh keliahatannya. nyatanya, music box tersebut juga memiliki goresan goresan yang entah muncul darimana. entah ia yang membuatnya sendiri atau bisa jadi ada anak kecil lain yang menggoreskannya secara sengaja ataupun tidak sengaja. 
tapi apakah kalian tau? walaupun anak perempuan itu sudah melihat hal tersebut, ia tidak meninggalkan music box itu begitu saja seperti halnya ia meninggalkan senyumannya sebelumnya. ia tetap berpegang pada apa yang dirasakannya. ia beranggapan bahwa dengan bersama music box tersebut, mereka dapat saling memperbaiki diri mereka masing masing. mereka dapat sama sama kembali belajar bagaimana caranya menata hal hal yang pernah mereka lupakan sebelumnya. mereka sama sama dapat belajar bagaimana caranya berjalan berdampingan dengan kehidupan, bukan berlari untuk saling mendahului. 

ya, sosok itulah yang membuat perempuan itu menjadi belajar kembali bagaimana caranya menjalani hidup. sosok itulah yang membuat perempuan itu kembali mengingat dan berjalan untuk menata mimpi mimpinya. sosok itulah yang membuat perempuan itu menjadi tidak asing lagi dimataku. 
perempuan yang kembali mengetahui apa makna bahagia dalam dirinya. dan ia tidak hanya menyimpan bahagianya itu untuk dirinya sendiri, tapi ia juga membagi kebahagiaannya itu dengan seluruh partikel yang mendampinginya sehari-hari. ia membagi kebahagiaan tersebut dalam bentuk senyuman tulus dari dalam dirinya, bukan senyuman penghias paras yang ingin ia jadikan topeng untuk menyembunyikan perasaannya yang sebenernya, seperti halnya yang ia lakukan sebelumnya. 

karna, salah satu rahasia dari orang yang merasa bahagia adalah ia mampu tersenyum tulus, tidak hanya parasnya saja yang tersenyum, namun hatinya juga ikut tersenyum. 

ah ya.. menurutku, sekarang mungkin memang sudah saatnya, masa perempuan itu sudah ada yang memiliki lagi. karna masanya sudah terlalu lama tidak bertuan. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS