mungkin suatu saat nanti posisi mu akan terganti. entah kapan itu akan terjadi, tetapi yang pasti itu akan terjadi. mungkin tidak mudah melepaskanmu dan melupakanmu begitu saja. banyak yang telah kamu perbuat untukku, baik itu melukaiku ataupun membuatku senang. masa kita sudah berbeda. kita sudah tidak sama lagi sekarang. aku sudah tidak bisa lagi memendam ini semua dalam diam.
hai kunang, apakah kamu pernah mendengar bahwa sabar setiap orang itu ada batas nya? dan mungkin sekarang aku sudah mulai lelah. sudah tidak ada lagi masa yang aku berikan untukmu. tapi kamu tenang saja kunang, siapapun penggantimu nanti, aku dapat memastikan bahwa ia memang lebih baik darimu. ia akan lebih baik darimu dalam segala hal.
baik baik ya kamu di galaksimu. kita sudah berbeda sekarang..
Last..
Bintang Semu Ini Merindukanmu
kanvas ini sudah lama tidak bercerita. sekarang, kanvas ini sudah dibubuhi oleh tinta lagi. tinta yang bercerita tentang sebuah bintang. bintang yang aku umpamakan untuk diriku sendiri. tapi mungkin untuk sekarang akan lebih tepat bila dikatakan bintang semu.
belakangan ini, aku mengetahui bahwa bintang memiliki dua jenis. yang pertama adalah bintang semu dan yang kedua adalah bintang nyata. bintang semu adalah bintang yang tidak memiliki cahayanya sendiri. sedangkan bintang nyata adalah bintang yang memiliki cahaya sendiri. lalu bagaimana bisa bintang semu itu bersinar? bintang semu bersinar dengan mendapatkan pantulan cahaya dari bintang nyata.
aku sempat berpikir, bahwa aku adalah bintang nyata. bintang yang memiliki cahaya sendiri. bintang yang dapat berdiri sendiri dengan indahnya. bintang yang dapat membuat semua partikel yang melihatnya menjadi tersenyum dan merasakan keindahannya. bintang yang selalu menerangi semua partikel yang ada saat sang malam mulai menunjukan keindahan kegelapan. dan yang paling penting adalah bintang yang selalu dapat menemani kunang yang sedang menari melalui setiap peredarannya.
tapi pikiran itu pun terbawa oleh angin dengan mudahnya semenjak ketidak hadirannya kunang.. kunang yang sudah memiliki peredarannya sendiri. peredaran yang sama sekali tidak dapat disentuh oleh bintang sepertiku. sehingga mungkin, kunang itu telah melupakanku.
lalu apa yang dilakukan oleh bintang sepertiku? bintang yang sekarang sudah berubah menjadi bintang semu..
aku hanya dapat diam dalam kordinatku. cahaya yang kumiliki sangatlah sedikit, bahkan mungkin tidak ada. sehingga aku hanya dapat memperhatikannya dari galaksiku yang gelap. dalam kekurangan cahaya yang ku milliki ini, apapun yang aku perhatikan bukanlah suatu hal yang pasti. sehingga aku hanya dapat mengira-ngira apa yang terjadi.
setiap detik yang telah bintang sepertiku lalui tanpa kehadirannya, selalu memunculkan pertanyaan pertanyaan yang tiada habisnya. tapi pertanyaan teratas dari semuanya adalah, apakah kunang itu masih mengingatku dan mau mengijinkanku menjadi bagian dari peredarannya kembali?
aku sangat merindukannya. setiap malam yang dapat bintang sepertiku lakukan hanyalah mengingat masa masa bersamanya, masa dimana ia mengijinkan bintang sepertiku menjadi bagian dari peredarannya. hanya dapat menunggunya mengunjungi galaksiku lagi. hanya dapat mengingat semua hal tentangnya. hanya dapat melihat sebuah vidio yang didalamnya terdapat sosok dirinya, sosok yang sangat ku rindukan. hanya dapat melihat selembar kertas yang didalamnya terdapat dua sosok yang sedang tersenyum yang selalu terpajang dengan rapi di ruang kamar..
untukmu kunang: hai.. aku sangat merindukanmu. apa kabarmu sekarang? sudah lama kamu tidak mengunjungi galaksiku. sepertinya kamu sangat sibuk di galaksimu, sehingga saat terakhir aku mengunjungimu di galaksimu, tidak banyak waktu yang kita habiskan bersama. aku mengerti bahwa kunang sepertimu memiliki peredaran yang sangat padat, apalagi untuk sekarang, kamu memiliki peredaran utamamu, sehingga memang tidak mungkin kunang sepertimu mengingat bintang semu sepertiku kan? tapi kunang, dapatkah aku menjadi bagian dari peredaranmu kembali? dapatkah aku menjadi bintangmu kembali? aku membutuhkanmu kunang.
NB: definisi dari bintang adalah benda langit yang dapat memancarkan cahaya. lalu apakah bintang sepertiku, bintang semu yang tidak dapat memancarkan cahaya sendiri masih layak dikatakan sebagai bintang?
Kordinat Itu Berbeda Tapi Masa Itu Masih Tetap Sama
hai kunang.. apa kabarmu? singgasana langit gelap sudah terlihat dan saatnya bagi sang bintang untuk menempati tempatnya kembali.
hai kunang.. apa kabarmu di galaksimu? aku melihatmu bahagia sekarang. kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan selama ini bukan? selamat ya kunang, aku bahagia untukmu. semoga itu semua yang terbaik untukmu. disini, aku akan tetap memperhatikan dan menunggumu. aku harap kamu tidak akan terganggu akan hal ini. jangan lupakan aku ya kunang. aku ingin sekali menjadi seseorang yang berarti untukmu dan tidak ingin menjadi seseorang yang dengan mudahnya dapat kamu lupakan.
mungkin ini keputusan yang tidak mudah untuk tetap menunggu mu disini, banyak sekali konsekuensi yang akan aku dapat karena hal ini. tapi aku sudah yakin akan keputusan yang aku buat dan aku tidak akan pernah menyesalinya. maka dari itu jangan memberikanku alasan untuk berhenti menunggumu dan menyesali apa yang telah aku lakukan untukmu ya.
aku rindu akan dirimu kunang. kamu pernah mendengar bahwa sebuah pelukan dari seseorang yang kamu sayang akan membuatmu menjadi lebih tenang? dan apakah kamu tau bahwa kecupan di kening adalah hal yang paling aku dambakan karena membuatku merasa dihargai dan yakin akan dirimu dan membuatku melupakan semua jenuh yang aku rasakan? sekarang, aku membutuhkan itu semua kunang. aku membutuhkanmu disini. aku merindukan waktu dimana hanya ada aku dan kamu di dalamnya.
terimakasih atas waktu yang telah kamu berikan untukku belakangan ini. aku sangat menghargainya dan aku akan selalu menganggapnya sebagai masa terindah yang pernah aku miliki bersamamu. aku mohon, disaat kamu berada di posisi teratasmu, saat kamu telah mencapai kebahagianmu, jangan pernah lupakan aku. aku yang sangat membutuhkanmu. maafkan aku karena membutuhkanmu seperti ini. aku harap kamu tidak terganggu akan hal ini. aku tau sebesar apapun yang aku lakukan unutkmu, itu tidak akan pernah cukup untukmu. tapi apakah itu sulit untuk berada tetap disini bersamaku?
baik-baik ya kamu di galaksimu. tetap berpijar dan membawa senyuman pada setiap orang. fokus akan masa depan dan kesuksesanmu. aku akan tetap berada di galaksiku jika kamu membutuhkanku. doaku akan selalu bersamamu.
bonne nuit, la luciole! tu me manques!
bisous
untuk kunang, sekali lagi ku ucapkan selamat ya. semoga bintang sepertinya dan kunang sepertimu akan mendapatkan hal yang terbaik dalam bentuk apapun itu. mungkin memang ini jalan mu sekarang dan ini adalah jalan yang harus ia lalui. jangan terlena akan posisi teratasmu ya kunang karena itu tidak baik. disini aku ingin mengingatkan, walaupun bintang itu berada dalam kordinat yang berbeda dari sebelumnya, walaupun ia telah menjadikan dirinya sendiri sebagai perantara untuk mengabulkan harapanmu, ia akan tetap sama. ia akan tetap menunggumu dan berpijar seperti saat pertama kali kamu menyentuh masanya. dan sejauh apapun kordinatnya berubah, masanya akan tetap dimiliki olehmu.
selamat malam ya kunang. semoga masamu sekarang adalah langkah yang terbaik untukmu..
dan untuk bintang, jangan larut akan kesedihanmu. waktu terus berputar dan rodapun berputar. mungkin sekarang kamu sedang berada lagi di posisi terbawah dalam hidupmu, tapi jangan pernah lupa untuk selalu memiliki harapan dan berdoa. tetaplah berpijar seperti apa yang kamu katakan. pegang semua ucapanmu dan konsekuen akan apa yang kamu katakan. siapkan dirimu akan semua konsekuensi yang akan kamu hadapi dan jangan pernah menyesal atas jalan yang kamu pilih.
selamat makan bintang. selamat berpijar di singgasanamu..
Atmosfer Galaksiku
hai cahaya kecil yang selalu menari..
sudah lama kanvas ini tidak bercerita. walau sebenarnya atmosfer disekitar tubuhku selalu bercerita tentang rasaku. tapi belakangan ini, cerita itu hanya ku simpan sendiri. semua ceriita yang biasa ku gambarkan warnanya, sudah lama hanya ku nikmati sendiri setiap warnanya. tapi sekarang.. malam ini.. aku akan membuat kanvas ini bercerita kembali. cerita tentang peredaranku..
malam ini sama seperti malam malam sebelumnya. sunyi, sepi, tenang dan damai. itu yang atmosferku lihat. tapi sebenarnya apa yang di rasakan atmosfer disekitar ku tidak terlalu sependapat dengan apa yang dia lihat. atmosferku merasakan sesuatu hal yang tidak asing dari malam malam sebelumnya. ia merasakan sebuah rasa.. rasa rindu yang dalam yang tidak terucap.
ya.. setiap hari, aku merindumu. semua hal yang aku lakukan, mengingatkanku akan dirimu. aku berhasil menenggelamkan rindu ini disaat aku menyibukan diriku sendiri dengan semua aktivitas yang dapat menjauhkanku dari kanvas ini agar aku tidak merindumu. dan menurutku hasilnya tidak terlalu buruk. bahkan itu berhasil. tapi apakah kamu tau? disaat kesibukan itu digantikan oleh kesunyian sesaat, proyektor itu berputar kembali dan film itu bermain kembali. dapatkah kamu menerka film apa yang ia mainkan? film itu bercerita tentang keajaiban terindah singgasana sang malam.. kunang..
saat kesunyian kembali menemani, saat itulah bayanganmu hadir kembali. bayang akan kehadiranmu seperti sedia kala. bayang akan kamu, aku dan kita.. semua hal tentangmu kembali berputar di depan mataku. aku dapat melihatmu disegala sudut. aku dapat mendengar suaramu di seluruh ruang. aku bisa mendengar tawamu. aku bisa merasakan tanganmu saat bermain main dengan gitarmu. aku bisa melihat senyumu. semua hal tentang apa yang pernah kamu lakukan padaku. semua hal tentangmu.. tapi itu semua seperti apa yang aku katakan di awal tadi, itu semua hanya seberkas bayangan. bayangan yang dibuat oleh anganku yang selalu mengharapmu..
atmosfer di sekitarku selalu menyuruhku melakukan hal hal gila yang dapat membuatku semakin nyata dengan rasa ini. atmosfer ini selalu menggodaku dengan semua rekaman dirimu saat kita bertemu. ataupun rekaman suaramu saat kamu bernyanyi untukku dan menghiburku. bahkan, atmosfer ini selalu menunjukan kembali semua pesan pesanmu untukku. pesan disaat aku pernah menjadi masamu.. atau mungkin lebih tepatnya saat kamu pernah menjadi masaku. dan masih menjadi masaku..
aku sadar diri dengan jarak yang kita punya, dengan perbedaan galaksi yang kita singgahi, dengan perbedaan hati yang kita tunggu.. aku memang tidak akan pernah bisa menjadi ice cream yang akan meleleh dengan manisnya dalam mulutmu. atau aku memang tidak akan pernah bisa menjadi buah cherry yang begitu indah untuk dipamerkan tapi memiliki rasa masam yang dapat membuat orang yang merasakannya menjadi terhipnotis. atau aku memang tidak akan pernah bisa menjadi chocolate yang dapat membuatmu merasa nyaman dalam keadaan seburuk apapun. aku sadar dan aku tau diri.. aku memang tidak akan pernah bisa. karena disana, tepat di galaksimu itu, kamu telah menemukan seseorang.. seseorang yang dapat membuatmu merasakan hal itu dengan mudahnya. mungkin aku terdengar sok tau karena aku mengataknnya, tapi itu yang atmosferku rasakan tentangmu belakangan ini.
aku pernah mendengar seseorang berkata bahwa:
"disaat kamu menunggu orang lain, kamu tidak akan pernah sadar bahwa di sekitarmu, bahkan mungkin tepat disampingmu, ada seseorang yang menunggumu. menunggumu sama seperti kamu menunggu orang lain itu. ia menunggumu yang sedang menunggu orang lain"
aku mulai sependapat dengan hal itu. disini, di galaksiku, aku menunggumu. sedangkan disana, digalaksimu, kamu sedang menunggu orang lain. tapi bagiku, ini tidak masalah, selama aku masih dapat menyampaikan rinduku padamu, itu semua menjadi lebih mudah. tapi permasalahannya adalah.. apakah kamu mau menerima rinduku di atmosfermu? apakah kamu mau merasakan atmosfer rasaku? apakah kamu mau berbagi warna dengan kanvas ini? atau setidaknya apakah kamu mau menerka warna kanvas ini?
Dapatkah Halaman Baru itu Dimulai?
kamu adalah apa yang aku tulis, sedangkan aku bukanlah apa yang kamu baca.
dulu, sering sekali aku mengatakan itu. karena aku menganggap mereka semua tidak mengerti aku karena mereka tidak membaca apa yang aku tulis tentang mereka. tapi sekarang, setelah bertemu denganmu, kamu mengubah pandanganku..
kata kata itu tidak berpengaruh pada dirimu. karena kata kata yang tepat untukmu adalah:
kamu adalah apa yang aku tulis dan aku adalah apa yang kamu baca.
hanya kamu yang memiliki kata kata itu. aku memberikan kata kata itu untukmu karena memang kenyataannya seperti itu. tapi ada beberapa hal dalam pandanganku dan pola pikirku yang telah kamu rubah lagi sekarang..
aku mengungkapkan semuanya dengan menulis dalam diam. menulis dan tenggelam dalam fatamorgana yang telah aku alami sendiri. menulis dalam kegelapan malam dan heningnya hembusan angin. mengalirkan kata kata layanknya waterfall yang tanpa henti terlintas di benakku.
apa yang aku tulis, selalu aku sembunyikan dan tidak ingin orang yang ku maksudkan untuk membacanya. tapi terkadang aku hanya ingin orang itu mengetahui tanpa aku katakan. orang itu mengetahui hanya dengan membaca apa yang aku tulis tentangnya. lalu kamu datang dan melakukannya..
dan sekarang, kamu menyadarkanku kembali akan satu hal, seseorang tidak cukup hanya dengan membaca. tapi dia harus memahami. seorang penulis harus bisa membuat pembacanya memahami, bukan hanya membaca. mungkin apa yang aku tulis tidak dapat membuat orang yang ku maksudkan memahami maksudnya. karena aku tau, aku hanya penulis yang masih sangat amat amatir. atau mungkin orang yang membacanya hanya sekedar membaca dan tidak memiliki niat untuk memahami. atau mungkin dia memang tidak ingin memahami. atau mungkin dia berpura pura tidak memahami. atau ada beberapa hal di masa lalu nya yang membuatnya tidak mempercayai sebuah tulisan. tulisan tentang rasa..
aku tidak tau jawabannya mana yang tepat. karena setiap orang yang membacanya memiliki pola pikir dan latar belakang yang berbeda-beda. tapi satu hal yang aku tau mana yang tepat adalah:
aku menulis dan itu cukup bagiku. tidak perlu memikirkan orang lain memahaminya atau tidak. karena saat aku menulis, aku hanya ingin berbagi cerita yang ku punya. dan jika aku tidak memiliki cerita maka aku tidak akan menulis, kata kata itu tidak akan mengalir dengan sendirinya. orang lain tidak perlu memahaminya jika mereka tidak ingin. cukup aku yang memahaminya. mungkin lebih tepatnya rasaku yang memahaminya.
sepertinya aku salah telah menganggapmu kunang. karena kunang memiliki batasan masa. kunang hanya terlihat malam hari. kunang hanya terlihat dalam gelap. dan gelap memiliki masanya sendiri, memiliki batasannya sendiri. sehingga lihat sekarang apa yang terjadi? kamu memiliki batasan masamu sendiri dalam masaku. mungkin masamu memang lebih lama dari yang lain. tapi tetap saja masamu akan berakhir, cepat atau lambat.
aku tau kamu orang yang baik. dibalik semua hal yang kamu tunjukan pada orang lain agar mereka dapat melihatmu sebagaimana dengan keinginanmu, aku tau kamu orang yang baik. terkadang kamu bertindak layaknya anak kecil yang tidak ingin kehilangan masa bermainnya, tapi di waktu yang tepat kamu bisa mengubah dirimu menjadi seseorang yang memiliki pola pikir yang bisa dikatakan dewasa. dan itu yang aku kagum akan dirimu, sehingga aku yakin aku tidak salah menganggapmu sebagai kunanng. karena kunang selalu dapat menyesuaikan diri dengan baik.
aku yakin, kamu tau bagaimana caranya memperlakukan seorang wanita kan? kamu pasti memiliki etika yang baik. aku yakin itu. tapi apa yang telah kamu dan temanmu lakukan kemarin, itu sudah diluar batas bagiku. itu bukan hal yang baik yang dapat kamu lakukan pada seorang wanita. itu sudah diluar batas dengan apa yang namanya sebuah candaan. aku tidak akan memberitahumu bagaimana rasanya diperlakukan seperti itu oleh seseorang, kamu pasti dapat menebaknya sendiri.
sebenarnya, aku tidak terlalu menyayangkan kamu melakukan itu. aku tau kamu bermaksud baik. hanya terkadang ada yang harus kamu ingat, sesuatu hal yang baik itu harus disampaikan dengan baik pula agar apa yang kamu maksudkan tidak menjadi ambigu.
aku tdak akan menyalahkanmu karena telah melakukannya. mungkin memang ada beberapa hal dalam diriku yang salah sehingga membuatmu melakukannya. atau mungkin semua hal tentang diriku memang salah. karena sepertinya alasan setiap orang pergi dalam hidupku adalah diriku sendiri. setiap hari nya yang dapat aku lakukan hanyalah menunggu setiap orang dalam keseharianku untuk pergi. mungkin terdengar menyedihkan, tapi memang seperti itu kenyataannya. masa setiap orang akan ada akhirnya kan? masa setiap orang akan berubah kan? dan yang aku tau, hanya ada dua hal yang tidak berubah, yaitu foto dan memori. tulisan ini layaknya gabungan antar keduanya yang tidak akan pernah berubah..
setiap tulisanku memiliki halamannya tersendiri. dan berbicara soal halaman, bolehkah aku menanyakan padamu satu pertanyaan? dapatkah kita kembali ke halaman awal dimana aku menulis tentangmu? aku akan memperbaikinya jika kamu mau, walaupun aku tidak yakin akan hal ini. atau dapatkah kita membuka halaman baru dan memulai semuanya dari awal? memulai semuanya dengan pertemanan dan berakhir menjadi teman? karena aku tidak ingin kita menjadi orang asing yang memiliki kenangan. maka dari itu, tak ada salahnya untuk berteman bukan?
hal terakhir yang aku mohon pada dirimu adalah:
tetaplah menjadi kunang. menjadi kunang yang aku kenal. kunang yang dapat membuat semua orang tersenyum dengan cahayanya. kunang yang selalu datang disaat seseorang merasa kehilangan keseimbangan akan dirinya sendiri. bahkan, kunang yang selalu menerangi seseorang disaat dia sedang tersesat. apapun yang terjadi pada dirimu, jangan biarkan cahayamu hilang. jangan biarkan dirimu sendiri menjadi redup. tetaplah berpijar, karena tidak semua kunang memiliki cahaya seindah yang kamu miliki..
ah satu hal lagi, tetaplah terbang, terbang kemanapun kamu mau. wujudkan semua hal yang ada dalam anganmu. jangan hiraukan apa yang orang katakan tentangmu, jadilah dirimu sendiri. dan..
tetaplah menjadi fireflies..
Menemukan Tetapi Tidak Ditemukan
kamu tau bagaimana rasanya menemukan sesuatu yang kamu cari selama ini? disaat semua terasa berada dititik terlelah untuk mencari, lalu kamu menemukannya tanpa pernah kamu kira sebelumnya. kamu menemukannya dengan semua keajaiban yang ada. kamu menemukan sesuatu yang lebih dari apa yang kamu cari. lalu kamu tau bahwa apa yang kamu temukan itu, menyadarkan sesuatu dalam dirimu. ia menyadarkanmu bahwa sekarang sudah saatnya untukmu untuk berhenti mencari, karena apa yang selama ini kamu cari sudah kamu temukan, sudah ada di depan matamu.
untuk beberapa saat kamu sadar bahwa kamu telah mendapatkan apa yang seharusnya kamu dapatkan. tidak ada kata yang dapat menjelaskan bagaimana rasanya menemukan. disaat kata kata tidak dapat menjelaskan bagaimana rasanya, kamu menemukan bahwa hanya kamu yang merasakannya, karena orang lain tidak ada yang dapat merasakan hal yang sama seperti apa yang kamu rasakan hingga mereka mengalaminya sendiri. ya.. tidak ada orang lain yang dapat merasakannya. hanya kamu dan rasamu..
lalu beberapa saat kemudian, dia membangunkanmu kembali dari mimpi indahmu. ia menyadarkanmu. menyadarkanmu bahwa kamu telah menemukan tapi kamu merasa tidak ditemukan. kamu menemukannya tapi apa yang dia cari tidak ada di dalam dirimu. dan itu lebih sakit dibanding kamu tidak menemukannya sama sekali. sakit itu membuatmu selalu terjaga setiap malam karena terlelap pun tidak sanggup untuk melawan sakitnya sendiri. kamu terjaga hingga sang fajar kembali membuka mata setiap harinya. sehingga kamu hanya bisa diam merasa lelah. lelah yang sangat.
sekarang, kamu tidak tau apa yang seharusnya kamu lakukan. kamu hanya bisa menutup mata dan berpura-pura. berpura pura buta akan kejadian yang telah lalu. berpura pura tidak terjadi apa apa. berpura pura semuanya baik baik saja. ya.. berpura pura adalah temanmu sekarang.
kesendirian.. ya hanya itu yang kamu inginkan. kamu hanya ingin diam dan sendiri. merasakan semuanya sendiri tanpa melakukan apa apa dan bertemu dengan siapapun. kamu tidak ingin melibatkan banyak orang dalam hal ini sehingga kamu hanya memendamnya sendiri. atau kamu hanya menceritakannya pada benda mati yang menjadi saksi bisu apa yang kamu rasakan. tapi ternyata, jauh di lubuk hatimu, kamu hanya ingin bertemu dengannya. kamu hanya ingin bersamanya, melakukan semua hal seperti yang pernah kamu lakukan dengannya. membagi masanya denganmu, seperti kamu membagi masamu dengannya. yang kamu inginkan hanyalah dia tetap tinggal. tapi bagian terpenting dari semua yang ada di dalam pikiranmu adalah.. kamu hanya ingin ditemukan olehnya seperti kamu menemukannya..
semua kenyataan yang telah terjadi, akhirnya menyadarkanmu. bahwa untuk ditemukan olehnya itu tidak mungkin. itu hanya harapan yang kamu gantungkan terlalu tinggi, hingga kamu sendiripun tidak dapat mencapainya walaupun sebelumnya kamu sendiri yang menyimpannya disana. bahkan tidak ada seorangpun yang dapat membantumu. hanya dia yang dapat merubahnya..
bisakah aku merasakan bagaimana rasanya ditemukan olehmu?
Note:
Hari ini aku bertemu dengan kunang. sudah lama aku tidak melihatnya. apakah ini sebuah pertanda tentang dirimu? atau itu hanya kebetulan saja? aah sudahlah itu pasti hanya kebetulan saja..
kunang yang aku lihat tadi, ia sendirian. menurutmu apakah ia tersesat? tapi aku rasa tidak. karena yang aku tau, kunang selalu tau arah mana yang dia tuju kan?
saat kunang itu menghampiriku, kamu tau apa yang aku katakan padanya? aku mengatakan:
"hai kunang, sudah lama tidak bertemu. apa yang kamu lakukan disini? bagaimana kabarmu? sepertinya aku merindukanmu. maksudku, aku merindukan kamu yang dulu. tapi aku sadar, aku tidak dapat memaksamu kembali. sepertinya memang ada yang salah dengan diriku. aku minta maaf. selamat malam kunang. take care."
setelah aku mengucapkannya, kunang itu hilang dari peredaran mataku. aku tidak dapat menemukannya. sepertinya dia sudah pergi. atau ia hanya meredupkan cahayanya agar mataku tidak dapat menangkap cahayanya. aku tidak tau pasti. aku hanya berharap, dia menghampirimu dengan membawa cahayanya dan membawa pesanku untukmu.
Pesanku untuk Sang Malam
masa ini sudah berbeda. mata ini sudah tau apa yang dituju. tangan ini sudah tau pada siapa dia akan berpegang. hati ini sudah bertuan sekarang..
haha berani sekali aku mengatakan bahwa hati ini sudah bertuan sekarang. seharusnya aku tidak boleh mengatakan seperti itu. kamu tau kenapa? karena itu sama saja seperti aku menjerumuskan diriku sendiri, terutama hati ini, kedalam satu hal yang tidak tau akan berujung kemana. kedalam satu hal yang aku sendiripun tidak tau akan berakhir seperti apa. dan jika aku mempercayakan hatiku padamu, itu sama seperti aku memberikanmu peluang untuk menghancurkanku dengan mudahnya. tapi boleh kah aku percaya padamu bahwa kamu tidak akan menghancurkannya?
awalnya aku menyangka ini tidak akan terjadi selama ini. aku dan kamu tidak akan terus seperti ini. karena aku kira, kamu akan sama seperti yanglain. yang hanya datang untuk singgah sesaat lalu pergi lagi dan tidak tau kapan akan kembali, bahkan mungkin tidak akan pernah kembali. awalnya, aku kira, kamu tidak akan menyentuh masaku selama ini. aku kira kamu tidak mau melihat ku sejauh ini. tapi ternyata..
aku tidak menyangka. benar benar tidak menyangka. aku sangat senang. mungkin bisa dikatakan lebih dari senang. tidak ada kata yang bisa mengungkapkannya. itu semua hanya bisa dirasakan. dirasakan oleh hati ini..
seseorang mengatakan padaku bahwa aku tidak boleh terlalu percaya padamu. aku tidak boleh seperti ini padamu. sebenarnya sisi lainku pun mengatakan seperti itu. aku sadar bahwa aku belum terlalu mengenalmu. aku tidak tau banyak tentangmu tapi aku sudah berani mengatakan hati ini telah bertuan padamu. seharusnya, dinding yang sedari awal aku bangun tidak aku hancurkan untukmu. seharusnya dinding pertahananku tidak aku hancurkan begitu saja. seharusnya dinding itu masih ada agar hati ini terlindungi. agar aku tidak terlalu berharap. agar aku tau batasannya. agar hati ini tidak sakit nantinya. tapi dinding ini sudah terlanjur aku hancurkan. hati ini sudah tidak memiliki pertahanan lagi.
semakin banyak waktu yang aku habiskan denganmu, semakin banyak masaku yang tersentuh olehmu, semakin membuatku takut. takut akan dirimu. aku tidak bisa membaca pikiranmu. aku tidak tau apa tujuanmu mempelakukanku seperti ini. aku takut semuanya akan berakhir sama seperti yang sebelum sebelumnya.
ingin sekali aku membangun kembali dinding ini. ingin sekali membuat diriku sadar akan batasan yang seharusnya aku punya. ingin sekali membuat diriku sendiri tau diri. tapi tidak semudah itu. hal kecil yang kamu lakukan untukku, selalu membuatku terbang. mungkin kamu akan beranggapan bahwa yang kamu lakukan selama ini adalah hal biasa. hal biasa yang biasa kamu lakukan terhadapa teman wanitamu yang lain. tapi bagiku itu semua berbeda. hal sekecil apapun itu.
kamu pasti bertanya tanya mengapa aku seperti ini. ya mungkin ini semua karena aku sudah terlalu lama sendiri. aku sudah terlalu lama menutup diri. sudah terlalu lama memperkokoh dinding itu. sudah terlalu lama tidak merasakan bagaimana rasanya diperjuangkan oleh seseorang. terkadang, aku hanya ingin diperjuangkan seperti aku memperjuangkan seseorang yang aku sayang. aku hanya ingin ditunggu, seperti aku menunggu seseorang. aku hanya ingin dibutuhkan, seperti aku membutuhkan seseorang. tapi bagaimana bisa aku merasakan itu semua bila dinding yang ada hanya aku perkokoh dan tidak mengijinkan siapapun masuk?
dan sekarang aku telah mengijinkanmu masuk. aku telah menghancurkan dinding yang dengan susah payahnya yang membutuhkan waktu yang tidak singkat yang ku buat sendiri. mungkin aku memang orang bodoh yang percaya begitu saja pada dirimu, pada seseorang yang bahkan mungkin dindingnya pun tidak dihancurkannya untukku.
semakin hari, rasa takut ini semakin nyata. semakin sering kamu meninggalkanku dengan kesibukan yang kamu punya, semakin aku berpikir bahwa aku salah telah mempercayakan hatiku padamu. ya awalnya aku tidak biasa seperti itu. tapi sekarang aku sudah mulai terbiasa. aku sudah mulai mengerti akan dirimu. aku tidak akan melarangmu dengan semua kesibukanmu. aku sadar aku bukan siapa siapa. aku sadar aku tidak memiliki hak untuk terus kamu kabari dalam setiap kegiatanmu. aku sudah bisa menerima itu semua sekarang. hanya terkadang aku khawatir pada dirimu. walaupun aku yakin kamu akan baik baik saja disana. kamu akan selalu baik disana.
kamu tau? aku masih sering menyesali jarak yang kita punya. terkadang aku hanya ingin menjadi bagian dari keseharianmu, bukan seseorang yang hanya bisa mendengar tentang keseharianmu. aku hanya ingin menjadi bagian dari kegiatanmu. aku ingin mengenalmu lebih dekat. aku ingin mengenal teman temanmu. mengenal orang orang yang selalu ada dikeseharianmu. aku hanya ingin kamu berbagi masamu denganku.. tapi dengan jarak yang kita punya? itu semua terdengar tidak mungkin. apalagi hanya satu pihak yang memiliki harapan seperti itu. ya.. hanya aku...
aku cukup tau diri. aku sadar aku bukan siapa siapa. aku hanya seorang perempuan biasa yang tidak memiliki sesuatu hal yang istimewa. aku hanya seseorang yang tidak bisa kamu banggakan di depan teman temanmu. aku hanya seorang perempuan yang tidak terlihat. aku memang tidak mengetahui semua tentangmu. aku memang tidak mengetahui bagaimana masa lalumu. aku memang tidak mengetahui perempuan seperti apa yang kamu butuhkan. aku memang tidak mengetahui siapa orang yang kamu pikirkan saat kamu akan tidur dan bangun dari tidurmu. aku memang tidak mengetahui siapa orang yang selalu ada di setiap doamu. aku memang tidak mengetahui apapun tentangmu. tapi satu hal yang aku tau.. disini, di dalam dada ini, hati ini telah mengakui keberadaan seseorang.
aku hanya berharap semoga kamu baik baik disana. mungkin aku tidak bisa setiap hari memastikan bagaimana keadaanmu, menjadi bagian dari kegiatanmu, menjadi seseorang yang kamu butuhkan setiap harinya, tapi aku akan selalu ada untukmu. aku berharap jarak yang kita punya tidak membuat apa yang aku takutkan terjadi. aku tidak ingin menyesal karena telah menghancurkan dinding pertahananku sendiri. aku percaya padamu..
untuk hatiku, maaf telah menghancurkan pertahananmu. maaf aku mempercayakanmu pada seseorang. aku tau kamu lelah, sangat lelah. sebenarnya akupun sama sepertimu, aku lelah dengan semua hal yang telah kita alami. dengan semua hal yang selalu berujung denganmu yang selalu mengorbankan dirimu. aku tau kamu sudah menjadi serpihan dan tidak mau untuk dihancurkan kembali. tapi seseorang yang aku percayakan sekarang, aku yakin dia dapat membuatmu kembali utuh. mungkin sekarang kamu masih terlalu lelah tapi aku yakin dia bisa memperbaikimu. dia bisa membuatmu merasa tercukupi dengan serpihan yang tersisa yang kamu punya. sekali lagi aku meminta maaf padamu. tanpa dinding itu aku tau kamu sangat rapuh. tapi semoga langkah ini tidak salah. semoga kamu dapat terjaga walaupun tanpa dinding itu.
untukmu, hai! kamu pasti sedang membaca ini kan?haha ya aku yakin kamu pasti membacanya karena ternyata kamu juga telah membaca tulisanku untukmu yang sebelumnya, aku hanya berharap jangan jadikan tulisan ini beban untukmu. sebenarnya aku pun tidak mengerti apa yang harus aku lakukan, karena sebelumnya memang tidak pernah ada orang yang membaca tulisanku sedangkan dia sendiri adalah orang yang kumaksud kan. aku mohon padamu, jangan jadikan tulisan ini alasan bagimu untuk memaksakan dirimu sendiri. jangan membuat dirimu sendiri tidak nyaman akan ini semua. lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan. lakukan saja apa kata hatimu. anggap saja ini hanya tulisan biasa. anggap saja ini hanya tulisan seorang perempuan yang tidak terlihat. anggap saja ini hanya tulisan seorang anak kecil yang tidak tau apa yang dia tulis. sekali lagi aku mohon padamu, jangan jadikan tulisan ini beban bagimu. aku percaya padamu. aku ingin mengucapkan terimakasih. terimakasih telah mau menyentuh masaku selama ini. terimakasih telah membuat mata ini kembali bercahaya. maaf jika aku tidak bisa menjadi seseorang yang kamu butuhkan. maaf jika aku tidak bisa menjadi seseorang yang kamu inginkan. tapi asal kamu tau, aku mencoba. aku berusaha untuk itu. kamu telah memiliki masaku sekarang.
untuk bintang dan bulan yang telah meneranginya setiap malam, terimakasih telah melakukannya, karena aku tau aku tidak bisa melakukannya sendiri. aku mohon tolong jaga dia dalam setiap kegiatannya. terutama dalam setiap tidurnya. jagalah dia seperti kalian menjaga cahaya kalian sendiri. setiap kali kalian berpijar, kalian tau pasti apa yang aku harap bukan? kalian tau pasti apa isi setiap doaku. aku membutuhkan kalian untuk menjaganya, karena jarak yang aku dan dia punya tidak bisa membuatku selalu menjaganya. tolong pastikan bahwa dia akan selalu baik baik saja disana.
selamat malam, boleh kah aku berharap kamu ada disini?
Kembali Bersinar
hai kunang-kunang, bulan telah menggantikan matahari sekarang. saatnya bagimu untuk mengalahkan cahayanya. ataupun kamu bisa membantunya menambah indahnya sang malam. itu semua terserah padamu. semua tergantung peredaran mana yang kamu pilih. tapi asalkan kamu tau saja, peredaran manapun yang kamu pilih, itu tetap dapat membuat semua orang yang melihatnya pun tersenyum. terutama bulan. dia sangat berterimakasih padamu. dia berterimakasih karena kamu telah membantunya menerangi tempat yang tidak dapat ia jangkau. terkadang gelap pun merasa tidak tercukupi dengan cahaya bulan yang sudah sangat indah dan terang. sehingga bulan dan gelap pun membutuhkanmu.
tapi kamu tau? disana, di tempat yang sangat luas itu, di hamparan gelapnya singgasana sang malam, ada yang lebih berbahagia. berbahagia akan kedatanganmu. dia selalu menunggumu. menunggu cahayamu datang. mungkin kamu tidak akan menyadari keberadaannya. karena dia hanya sebuah bintang di hamparan bintang yang tak terhingga jumlahnya. ia hanya bintang yang sangat kecil dan mungkin rapuh. dan mungkin bagimu, bintang itu terlihat semu. tapi jika kamu mau memperhatikannya lebih dekat, dia berbeda. tapi itupun jika kamu mau melihatnya. jika tidak, maka kamu tidak bisa melihat perbedaannya. bahkan mungkin kamu tidak akan melihatnya lagi.
kamu tau kunang, dia sangat iri kepadamu. dia sangat menginginkan kebebasan sepertimu. karena bintang sepertinya hanya dapat diam. dia tidak dapat bergerak bebas. dia hanya mengikuti angin yang membawanya. dia hanya dapat menunggu. menunggu sesuatu yang ia sendiri pun tidak tau apa yang sedang ia tunggu. sedangkan kunang seperti mu sangat bebas. kamu dapat berada dimanapun dalam waktu yang sangat singkat. kamu dapat terbang kemanapun yang kamu inginkan tanpa harus melalui peredaran yang sama tiap harinya. kamu dapat terbang dan hinggap dimanapun kamu mau. dan sekarang, kamu telah hinggap di galaksinya. galaksi bintang kecil itu. galaksi tempat dimana dia tinggal.
sudah kukatakan bukan bahwa bintang ini berbeda. buktinya, sekali kamu hinggap, dia tidak pernah melupakanmu. dia tetap menunggumu untuk hinggap lagi. untuk membantunya bersinar seperti bintang yang lain. karena jika kamu tau, setiap kali kamu hinggap di galaksinya, dia sedang merasa kehilangan dirinya sendiri. dia sedang kehilangan keseimbangan dalam dirinya. dia sedang tertutup oleh awan yang sangat gelap yang menghalangi cahayanya untuk berpijar. dia redup..
lalu kamu datang. kunang yang tidak pernah ia sangka sebelumnya. kunang yang mau berbagi cahaya dengan bintang yang semu seperti dirinya. kamu yang selalu dapat membuatnya bercahaya kembali. kamu yang dapat menyibakan awan gelap itu. kamu yang dapat membuatnya kembali mendapatkan keseimbangannya. membuatnya kembali mendapatkan tawanya lagi. hanya dengan melihatmu, dia dapat tersenyum. hanya mendengarkanmu mengucapkan sepatah katapun dapat membuatnya tertawa. hanya dengan melihat tingkah lakumu, dia mendapatkan kembali dirinya. dia dapat merasa bebas sama sepertimu. dia dapat merasakan bagaimana rasanya terbang, bagaimana rasanya bebas tanpa peredaran yang sama tiap harinya. bagaimana rasanya berada di galaksi lain tanpa merasa sendirian. bagaimana rasanya diperhatikan. bagaimana rasanya menemukan seseorang yang dapat membantunya menemukan dirinya sendiri. bagaimana rasanya kembali bersinar setelah dia redup untuk beberapa saat. bagaimana rasanya menemukan seseorang yang tidak memiliki banyak pembeda. yang memiliki partikel dan dimensi yang tidak jauh berbeda. hanya galaksi lah pembeda antara kalian.
mungkin jika kamu melakukannya hanya sekali saja, itu tidak akan terlalu berdampak banyak bagi bintang itu. karena dia akan menganggap kamu sama seperti yang lainnya. yang hanya menganggap dia untuk sesaat dan kembali meninggalkannya dalam keadaan redup sehingga membuatnya semakin semu. tapi ternyata kamu tidak seperti itu. kamu melakukannya lebih dari sekali. tapi yang sekarang kamu lakukan, telah membuatnya bersinar sangat terang. membuatnya berada di tempat bintang yang paling tinggi. kamu telah membuatnya hidup kembali.
tapi ada satu hal yang ia takuti.. kamu terlalu bebas kunang. kamu bisa pergi dan hinggap dimana saja. dia takut, kamu akan hinggap di bintang lain yang mungkin berbeda galaksi dengannya. dia takut kamu tidak akan datang lagi disaat dia merasa kehilangan dirinya. ia takut, ia akan kehilangan dirinya dan tidak dapat menemukannya kembali karena kamu tidak ada disini. tidak ada di galaksinya. tidak ada untuk membantunya menemukannya.
terkadang, ia menyesali perbedaan galaksi yang dia dan dirimu tinggali. terkadang ia berharap dia dapat tinggal di galaksi yang sama dengamu. sehingga dia ataupun kamu, tidak perlu lelah melawan jarak yang ada. dia tidak perlu menunggu mu untuk datang ke galaksinya lagi. dia tidak perlu menunggu lama. dia tidak perlu memendam rindu yang mendalam yang hanya dapat terobati dengan pertemuan kalian yang entah kapan, bahkan akankah ada kembali pertemuan itu? ia tidak tau. rindu yang dia miliki harus berususan dengan jarak. dia harus berani melawan jarak..
tadi, bintang itu bercerita padaku, dia mengatakan bahwa satu satunya kunang yang ia punya hanya dirimu sekarang. satu satunya kunang yang dapat membuatnya seimbang kembali hanya dirimu. satu satunya kunang yang dapat mengusir awan itu, hanya kamu. dia sangat bercahaya karenamu. dia sangat bahagia telah bertemu denganmu ditengah bayangan semu yang mengelilinya. dia tidak ingin kehilangan dirimu, karena sekarang dia sudah tau apa yang dia tunggu...





