RSS

Atmosfer Galaksiku

hai cahaya kecil yang selalu menari..
sudah lama kanvas ini tidak bercerita. walau sebenarnya atmosfer disekitar tubuhku selalu bercerita tentang rasaku. tapi belakangan ini, cerita itu hanya ku simpan sendiri. semua ceriita yang biasa ku gambarkan warnanya, sudah lama hanya ku nikmati sendiri setiap warnanya. tapi sekarang.. malam ini.. aku akan membuat kanvas ini bercerita kembali. cerita tentang peredaranku..

 malam ini sama seperti malam malam sebelumnya. sunyi, sepi, tenang dan damai. itu yang atmosferku lihat. tapi sebenarnya apa yang di rasakan atmosfer disekitar ku tidak terlalu sependapat dengan apa yang dia lihat. atmosferku merasakan sesuatu hal yang tidak asing dari malam malam sebelumnya. ia merasakan sebuah rasa.. rasa rindu yang dalam yang tidak terucap.

 ya.. setiap hari, aku merindumu. semua hal yang aku lakukan, mengingatkanku akan dirimu. aku berhasil menenggelamkan rindu ini disaat aku menyibukan diriku sendiri dengan semua aktivitas yang dapat menjauhkanku dari kanvas ini agar aku tidak merindumu. dan menurutku hasilnya tidak terlalu buruk. bahkan itu berhasil. tapi apakah kamu tau? disaat kesibukan itu digantikan oleh kesunyian sesaat, proyektor itu berputar kembali dan film itu bermain kembali. dapatkah kamu menerka film apa yang ia mainkan? film itu bercerita tentang keajaiban terindah singgasana sang malam.. kunang..

saat kesunyian kembali menemani, saat itulah bayanganmu hadir kembali. bayang akan kehadiranmu seperti sedia kala. bayang akan kamu, aku dan kita.. semua hal tentangmu kembali berputar di depan mataku. aku dapat melihatmu disegala sudut. aku dapat mendengar suaramu di seluruh ruang. aku bisa mendengar tawamu. aku bisa merasakan tanganmu saat bermain main dengan gitarmu. aku bisa melihat senyumu. semua hal tentang apa yang pernah kamu lakukan padaku. semua hal tentangmu.. tapi itu semua seperti apa yang aku katakan di awal tadi, itu semua hanya seberkas bayangan. bayangan yang dibuat oleh anganku yang selalu mengharapmu..

atmosfer di sekitarku selalu menyuruhku melakukan hal hal gila yang dapat membuatku semakin nyata dengan rasa ini. atmosfer ini selalu menggodaku dengan semua rekaman dirimu saat kita bertemu. ataupun rekaman suaramu saat kamu bernyanyi untukku dan menghiburku. bahkan, atmosfer ini selalu menunjukan kembali semua pesan pesanmu untukku. pesan disaat aku pernah menjadi masamu.. atau mungkin lebih tepatnya saat kamu pernah menjadi masaku. dan masih menjadi masaku..

aku sadar diri dengan jarak yang kita punya, dengan perbedaan galaksi yang kita singgahi, dengan perbedaan hati yang kita tunggu.. aku memang tidak akan pernah bisa menjadi ice cream yang akan meleleh dengan manisnya dalam mulutmu. atau aku memang tidak akan pernah bisa menjadi buah cherry yang begitu indah untuk dipamerkan tapi memiliki rasa masam yang dapat membuat orang yang merasakannya menjadi terhipnotis. atau aku memang tidak akan pernah bisa menjadi chocolate yang dapat membuatmu merasa nyaman dalam keadaan seburuk apapun. aku sadar dan aku tau diri.. aku memang tidak akan pernah bisa. karena disana, tepat di galaksimu itu, kamu telah menemukan seseorang.. seseorang yang dapat membuatmu merasakan hal itu dengan mudahnya. mungkin aku terdengar sok tau karena aku mengataknnya, tapi itu yang atmosferku rasakan tentangmu belakangan ini.

 aku pernah mendengar seseorang berkata bahwa:

"disaat kamu menunggu orang lain, kamu tidak akan pernah sadar bahwa di sekitarmu, bahkan mungkin tepat disampingmu, ada seseorang yang menunggumu. menunggumu sama seperti kamu menunggu orang lain itu. ia menunggumu yang sedang menunggu orang lain"

aku mulai sependapat dengan hal itu. disini, di galaksiku, aku menunggumu. sedangkan disana, digalaksimu, kamu sedang menunggu orang lain. tapi bagiku, ini tidak masalah, selama aku masih dapat menyampaikan rinduku padamu, itu semua menjadi lebih mudah. tapi permasalahannya adalah.. apakah kamu mau menerima rinduku di atmosfermu? apakah kamu mau merasakan atmosfer rasaku? apakah kamu mau berbagi warna dengan kanvas ini? atau setidaknya apakah kamu mau menerka warna kanvas ini?


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dapatkah Halaman Baru itu Dimulai?

kamu adalah apa yang aku tulis, sedangkan aku bukanlah apa yang kamu baca.

dulu, sering sekali aku mengatakan itu. karena aku menganggap mereka semua tidak mengerti aku karena mereka tidak membaca apa yang aku tulis tentang mereka. tapi sekarang, setelah bertemu denganmu, kamu mengubah pandanganku..

kata kata itu tidak berpengaruh pada dirimu. karena kata kata yang tepat untukmu adalah:
kamu adalah apa yang aku tulis dan aku adalah apa yang kamu baca.

hanya kamu yang memiliki kata kata itu. aku memberikan kata kata itu untukmu karena memang kenyataannya seperti itu. tapi ada beberapa hal dalam pandanganku dan pola pikirku yang telah kamu rubah lagi sekarang..

aku mengungkapkan semuanya dengan menulis dalam diam. menulis dan tenggelam dalam fatamorgana yang telah aku alami sendiri. menulis dalam kegelapan malam dan heningnya hembusan angin. mengalirkan kata kata layanknya waterfall yang tanpa henti terlintas di benakku.

apa yang aku tulis, selalu aku sembunyikan dan tidak ingin orang yang ku maksudkan untuk membacanya. tapi terkadang aku hanya ingin orang itu mengetahui tanpa aku katakan. orang itu mengetahui hanya dengan membaca apa yang aku tulis tentangnya. lalu kamu datang dan melakukannya..

dan sekarang, kamu menyadarkanku kembali akan satu hal, seseorang tidak cukup hanya dengan membaca. tapi dia harus memahami. seorang penulis harus bisa membuat pembacanya memahami, bukan hanya membaca. mungkin apa yang aku tulis tidak dapat membuat orang yang ku maksudkan memahami maksudnya. karena aku tau, aku hanya penulis yang masih sangat amat amatir. atau mungkin orang yang membacanya hanya sekedar membaca dan tidak memiliki niat untuk memahami. atau mungkin dia memang tidak ingin memahami. atau mungkin dia berpura pura tidak memahami. atau ada beberapa hal di masa lalu nya yang membuatnya tidak mempercayai sebuah tulisan. tulisan tentang rasa..

aku tidak tau jawabannya mana yang tepat. karena setiap orang yang membacanya memiliki pola pikir dan latar belakang yang berbeda-beda. tapi satu hal yang aku tau mana yang tepat adalah:
aku menulis dan itu cukup bagiku. tidak perlu memikirkan orang lain memahaminya atau tidak. karena saat aku menulis, aku hanya ingin berbagi cerita yang ku punya. dan jika aku tidak memiliki cerita maka aku tidak akan menulis, kata kata itu tidak akan mengalir dengan sendirinya. orang lain tidak perlu memahaminya jika mereka tidak ingin. cukup aku yang memahaminya. mungkin lebih tepatnya rasaku yang memahaminya.

sepertinya aku salah telah menganggapmu kunang. karena kunang memiliki batasan masa. kunang hanya terlihat malam hari. kunang hanya terlihat dalam gelap. dan gelap memiliki masanya sendiri, memiliki batasannya sendiri. sehingga lihat sekarang apa yang terjadi? kamu memiliki batasan masamu sendiri dalam masaku. mungkin masamu memang lebih lama dari yang lain. tapi tetap saja masamu akan berakhir, cepat atau lambat.

aku tau kamu orang yang baik. dibalik semua hal yang kamu tunjukan pada orang lain agar mereka dapat melihatmu sebagaimana dengan keinginanmu, aku tau kamu orang yang baik. terkadang kamu bertindak layaknya anak kecil yang tidak ingin kehilangan masa bermainnya, tapi di waktu yang tepat kamu bisa mengubah dirimu menjadi seseorang yang memiliki pola pikir yang bisa dikatakan dewasa. dan itu yang aku kagum akan dirimu, sehingga aku yakin aku tidak salah menganggapmu sebagai kunanng. karena kunang selalu dapat menyesuaikan diri dengan baik.

aku yakin, kamu tau bagaimana caranya memperlakukan seorang wanita kan? kamu pasti memiliki etika yang baik. aku yakin itu. tapi apa yang telah kamu dan temanmu lakukan kemarin, itu sudah diluar batas bagiku. itu bukan hal yang baik yang dapat kamu lakukan pada seorang wanita. itu sudah diluar batas dengan apa yang namanya sebuah candaan. aku tidak akan memberitahumu bagaimana rasanya diperlakukan seperti itu oleh seseorang, kamu pasti dapat menebaknya sendiri.

sebenarnya, aku tidak terlalu menyayangkan kamu melakukan itu. aku tau kamu bermaksud baik. hanya terkadang ada yang harus kamu ingat, sesuatu hal yang baik itu harus disampaikan dengan baik pula agar apa yang kamu maksudkan tidak menjadi ambigu.

aku tdak akan menyalahkanmu karena telah melakukannya. mungkin memang ada beberapa hal dalam diriku yang salah sehingga membuatmu melakukannya. atau mungkin semua hal tentang diriku memang salah. karena sepertinya alasan setiap orang pergi dalam hidupku adalah diriku sendiri. setiap hari nya yang dapat aku lakukan hanyalah menunggu setiap orang dalam keseharianku untuk pergi. mungkin terdengar menyedihkan, tapi memang seperti itu kenyataannya. masa setiap orang akan ada akhirnya kan? masa setiap orang akan berubah kan? dan yang aku tau, hanya ada dua hal yang tidak berubah, yaitu foto dan memori. tulisan ini layaknya gabungan antar keduanya yang tidak akan pernah berubah..

setiap tulisanku memiliki halamannya tersendiri. dan berbicara soal halaman, bolehkah aku menanyakan padamu satu pertanyaan? dapatkah kita kembali ke halaman awal dimana aku menulis tentangmu? aku akan memperbaikinya jika kamu mau, walaupun aku tidak yakin akan hal ini. atau dapatkah kita membuka halaman baru dan memulai semuanya dari awal? memulai semuanya dengan pertemanan dan berakhir menjadi teman? karena aku tidak ingin kita menjadi orang asing yang memiliki kenangan. maka dari itu, tak ada salahnya untuk berteman bukan?

hal terakhir yang aku mohon pada dirimu adalah:
tetaplah menjadi kunang. menjadi kunang yang aku kenal. kunang yang dapat membuat semua orang tersenyum dengan cahayanya. kunang yang selalu datang disaat seseorang merasa kehilangan keseimbangan akan dirinya sendiri. bahkan, kunang yang selalu menerangi seseorang disaat dia sedang tersesat. apapun yang terjadi pada dirimu, jangan biarkan cahayamu hilang. jangan biarkan dirimu sendiri menjadi redup. tetaplah berpijar, karena tidak semua kunang memiliki cahaya seindah yang kamu miliki..
ah satu hal lagi, tetaplah terbang, terbang kemanapun kamu mau. wujudkan semua hal yang ada dalam anganmu. jangan hiraukan apa yang orang katakan tentangmu, jadilah dirimu sendiri. dan..
tetaplah menjadi fireflies..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menemukan Tetapi Tidak Ditemukan

kamu tau bagaimana rasanya menemukan sesuatu yang kamu cari selama ini? disaat semua terasa berada dititik terlelah untuk mencari, lalu kamu menemukannya tanpa pernah kamu kira sebelumnya. kamu menemukannya dengan semua keajaiban yang ada. kamu menemukan sesuatu yang lebih dari apa yang kamu cari. lalu kamu tau bahwa apa yang kamu temukan itu, menyadarkan sesuatu dalam dirimu. ia menyadarkanmu bahwa sekarang sudah saatnya untukmu untuk berhenti mencari, karena apa yang selama ini kamu cari sudah kamu temukan, sudah ada di depan matamu.

untuk beberapa saat kamu sadar bahwa kamu telah mendapatkan apa yang seharusnya kamu dapatkan. tidak ada kata yang dapat menjelaskan bagaimana rasanya menemukan. disaat kata kata tidak dapat menjelaskan bagaimana rasanya, kamu menemukan bahwa hanya kamu yang merasakannya, karena orang lain tidak ada yang dapat merasakan hal yang sama seperti apa yang kamu rasakan hingga mereka mengalaminya sendiri. ya.. tidak ada orang lain yang dapat merasakannya. hanya kamu dan rasamu..

lalu beberapa saat kemudian, dia membangunkanmu kembali dari mimpi indahmu. ia menyadarkanmu. menyadarkanmu bahwa kamu telah menemukan tapi kamu merasa tidak ditemukan. kamu menemukannya tapi apa yang dia cari tidak ada di dalam dirimu. dan itu lebih sakit dibanding kamu tidak menemukannya sama sekali. sakit itu membuatmu selalu terjaga setiap malam karena terlelap pun tidak sanggup untuk melawan sakitnya sendiri. kamu terjaga hingga sang fajar kembali membuka mata setiap harinya. sehingga kamu hanya bisa diam merasa lelah. lelah yang sangat.

sekarang, kamu tidak tau apa yang seharusnya kamu lakukan. kamu hanya bisa menutup mata dan berpura-pura. berpura pura buta akan kejadian yang telah lalu. berpura pura tidak terjadi apa apa. berpura pura semuanya baik baik saja. ya.. berpura pura adalah temanmu sekarang.
kesendirian.. ya hanya itu yang kamu inginkan. kamu hanya ingin diam dan sendiri. merasakan semuanya sendiri tanpa melakukan apa apa dan bertemu dengan siapapun. kamu tidak ingin melibatkan banyak orang dalam hal ini sehingga kamu hanya memendamnya sendiri. atau kamu hanya menceritakannya pada benda mati yang menjadi saksi bisu apa yang kamu rasakan. tapi ternyata, jauh di lubuk hatimu, kamu hanya ingin bertemu dengannya. kamu hanya ingin bersamanya, melakukan semua hal seperti yang pernah kamu lakukan dengannya. membagi masanya denganmu, seperti kamu membagi masamu dengannya. yang kamu inginkan hanyalah dia tetap tinggal. tapi bagian terpenting dari semua yang ada di dalam pikiranmu adalah.. kamu hanya ingin ditemukan olehnya seperti kamu menemukannya..

semua kenyataan yang telah terjadi, akhirnya menyadarkanmu. bahwa untuk ditemukan olehnya itu tidak mungkin. itu hanya harapan yang kamu gantungkan terlalu tinggi, hingga kamu sendiripun tidak dapat mencapainya walaupun sebelumnya kamu sendiri yang menyimpannya disana. bahkan tidak ada seorangpun yang dapat membantumu. hanya dia yang dapat merubahnya..

bisakah aku merasakan bagaimana rasanya ditemukan olehmu?

Note:
Hari ini aku bertemu dengan kunang. sudah lama aku tidak melihatnya. apakah ini sebuah pertanda tentang dirimu? atau itu hanya kebetulan saja? aah sudahlah itu pasti hanya kebetulan saja..
kunang yang aku lihat tadi, ia sendirian. menurutmu apakah ia tersesat? tapi aku rasa tidak. karena yang aku tau, kunang selalu tau arah mana yang dia tuju kan?
saat kunang itu menghampiriku, kamu tau apa yang aku katakan padanya? aku mengatakan:
"hai kunang, sudah lama tidak bertemu. apa yang kamu lakukan disini? bagaimana kabarmu? sepertinya aku merindukanmu. maksudku, aku merindukan kamu yang dulu. tapi aku sadar, aku tidak dapat memaksamu kembali. sepertinya memang ada yang salah dengan diriku. aku minta maaf. selamat malam kunang. take care."
setelah aku mengucapkannya, kunang itu hilang dari peredaran mataku. aku tidak dapat menemukannya. sepertinya dia sudah pergi. atau ia hanya meredupkan cahayanya agar mataku tidak dapat menangkap cahayanya. aku tidak tau pasti. aku hanya berharap, dia menghampirimu dengan membawa cahayanya dan membawa pesanku untukmu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS