RSS

Pesanku untuk Sang Malam

masa ini sudah berbeda. mata ini sudah tau apa yang dituju. tangan ini sudah tau pada siapa dia akan berpegang. hati ini sudah bertuan sekarang..

haha berani sekali aku mengatakan bahwa hati ini sudah bertuan sekarang. seharusnya aku tidak boleh mengatakan seperti itu. kamu tau kenapa? karena itu sama saja seperti aku menjerumuskan diriku sendiri, terutama hati ini, kedalam satu hal yang tidak tau akan berujung kemana. kedalam satu hal yang aku sendiripun tidak tau akan berakhir seperti apa. dan jika aku mempercayakan hatiku padamu, itu sama seperti aku memberikanmu peluang untuk menghancurkanku dengan mudahnya. tapi boleh kah aku percaya padamu bahwa kamu tidak akan menghancurkannya?

awalnya aku menyangka ini tidak akan terjadi selama ini. aku dan kamu tidak akan terus seperti ini. karena aku kira, kamu akan sama seperti yanglain. yang hanya datang untuk singgah sesaat lalu pergi lagi dan tidak tau kapan akan kembali, bahkan mungkin tidak akan pernah kembali. awalnya, aku kira, kamu tidak akan menyentuh masaku selama ini. aku kira kamu tidak mau melihat ku sejauh ini. tapi ternyata..
aku tidak menyangka. benar benar tidak menyangka. aku sangat senang. mungkin bisa dikatakan lebih dari senang. tidak ada kata yang bisa mengungkapkannya. itu semua hanya bisa dirasakan. dirasakan oleh hati ini..

seseorang mengatakan padaku bahwa aku tidak boleh terlalu percaya padamu. aku tidak boleh seperti ini padamu. sebenarnya sisi lainku pun mengatakan seperti itu. aku sadar bahwa aku belum terlalu mengenalmu. aku tidak tau banyak tentangmu tapi aku sudah berani mengatakan hati ini telah bertuan padamu. seharusnya, dinding yang sedari awal aku bangun tidak aku hancurkan untukmu. seharusnya dinding pertahananku tidak aku hancurkan begitu saja. seharusnya dinding itu masih ada agar hati ini terlindungi. agar aku tidak terlalu berharap. agar aku tau batasannya. agar hati ini tidak sakit nantinya. tapi dinding ini sudah terlanjur aku hancurkan. hati ini sudah tidak memiliki pertahanan lagi.

semakin banyak waktu yang aku habiskan denganmu, semakin banyak masaku yang tersentuh olehmu, semakin membuatku takut. takut akan dirimu. aku tidak bisa membaca pikiranmu. aku tidak tau apa tujuanmu mempelakukanku seperti ini. aku takut semuanya akan berakhir sama seperti yang sebelum sebelumnya.

ingin sekali aku membangun kembali dinding ini. ingin sekali membuat diriku sadar akan batasan yang seharusnya aku punya. ingin sekali membuat diriku sendiri tau diri. tapi tidak semudah itu. hal kecil yang kamu lakukan untukku, selalu membuatku terbang. mungkin kamu akan beranggapan bahwa yang kamu lakukan selama ini adalah hal biasa. hal biasa yang biasa kamu lakukan terhadapa teman wanitamu yang lain. tapi bagiku itu semua berbeda. hal sekecil apapun itu.
kamu pasti bertanya tanya mengapa aku seperti ini. ya mungkin ini semua karena aku sudah terlalu lama sendiri. aku sudah terlalu lama menutup diri. sudah terlalu lama memperkokoh dinding itu. sudah terlalu lama tidak merasakan bagaimana rasanya diperjuangkan oleh seseorang. terkadang, aku hanya ingin diperjuangkan seperti aku memperjuangkan seseorang yang aku sayang. aku hanya ingin ditunggu, seperti aku menunggu seseorang. aku hanya ingin dibutuhkan, seperti aku membutuhkan seseorang. tapi bagaimana bisa aku merasakan itu semua bila dinding yang ada hanya aku perkokoh dan tidak mengijinkan siapapun masuk?

dan sekarang aku telah mengijinkanmu masuk. aku telah menghancurkan dinding yang dengan susah payahnya yang membutuhkan waktu yang tidak singkat yang ku buat sendiri. mungkin aku memang orang bodoh yang percaya begitu saja pada dirimu, pada seseorang yang bahkan mungkin dindingnya pun tidak dihancurkannya untukku.

semakin hari, rasa takut ini semakin nyata. semakin sering kamu meninggalkanku dengan kesibukan yang kamu punya, semakin aku berpikir bahwa aku salah telah mempercayakan hatiku padamu. ya awalnya aku tidak biasa seperti itu. tapi sekarang aku sudah mulai terbiasa. aku sudah mulai mengerti akan dirimu. aku tidak akan melarangmu dengan semua kesibukanmu. aku sadar aku bukan siapa siapa. aku sadar aku tidak memiliki hak untuk terus kamu kabari dalam setiap kegiatanmu. aku sudah bisa menerima itu semua sekarang. hanya terkadang aku khawatir pada dirimu. walaupun aku yakin kamu akan baik baik saja disana. kamu akan selalu baik disana.

kamu tau? aku masih sering menyesali jarak yang kita punya. terkadang aku hanya ingin menjadi bagian dari keseharianmu, bukan seseorang yang hanya bisa mendengar tentang keseharianmu. aku hanya ingin menjadi bagian dari kegiatanmu. aku ingin mengenalmu lebih dekat. aku ingin mengenal teman temanmu. mengenal orang orang yang selalu ada dikeseharianmu. aku hanya ingin kamu berbagi masamu denganku..  tapi dengan jarak yang kita punya? itu semua terdengar tidak mungkin. apalagi hanya satu pihak yang memiliki harapan seperti itu. ya.. hanya aku...

aku cukup tau diri. aku sadar aku bukan siapa siapa. aku hanya seorang perempuan biasa yang tidak memiliki sesuatu hal yang istimewa. aku hanya seseorang yang tidak bisa kamu banggakan di depan teman temanmu. aku hanya seorang perempuan yang tidak terlihat. aku memang tidak mengetahui semua tentangmu. aku memang tidak mengetahui bagaimana masa lalumu. aku memang tidak mengetahui perempuan seperti apa yang kamu butuhkan. aku memang tidak mengetahui siapa orang yang kamu pikirkan saat kamu akan tidur dan bangun dari tidurmu. aku memang tidak mengetahui siapa orang yang selalu ada di setiap doamu. aku memang tidak mengetahui apapun tentangmu. tapi satu hal yang aku tau.. disini, di dalam dada ini, hati ini telah mengakui keberadaan seseorang.

aku hanya berharap semoga kamu baik baik disana. mungkin aku tidak bisa setiap hari memastikan bagaimana keadaanmu, menjadi bagian dari kegiatanmu, menjadi seseorang yang kamu butuhkan setiap harinya, tapi aku akan selalu ada untukmu. aku berharap jarak yang kita punya tidak membuat apa yang aku takutkan terjadi. aku tidak ingin menyesal karena telah menghancurkan dinding pertahananku sendiri. aku percaya padamu..

untuk hatiku, maaf telah menghancurkan pertahananmu. maaf aku mempercayakanmu pada seseorang. aku tau kamu lelah, sangat lelah. sebenarnya akupun sama sepertimu, aku lelah dengan semua hal yang telah kita alami. dengan semua hal yang selalu berujung denganmu yang selalu mengorbankan dirimu. aku tau kamu sudah menjadi serpihan dan tidak mau untuk dihancurkan kembali. tapi seseorang yang aku percayakan sekarang, aku yakin dia dapat membuatmu kembali utuh. mungkin sekarang kamu masih terlalu lelah tapi aku yakin dia bisa memperbaikimu. dia bisa membuatmu merasa tercukupi dengan serpihan yang tersisa yang kamu punya. sekali lagi aku meminta maaf padamu. tanpa dinding itu aku tau kamu sangat rapuh. tapi semoga langkah ini tidak salah. semoga kamu dapat terjaga walaupun tanpa dinding itu.


untukmu, hai! kamu pasti sedang membaca ini kan?haha ya aku yakin kamu pasti membacanya karena ternyata kamu juga telah membaca tulisanku untukmu yang sebelumnya, aku hanya berharap jangan jadikan tulisan ini beban untukmu. sebenarnya aku pun tidak mengerti apa yang harus aku lakukan, karena sebelumnya memang tidak pernah ada orang yang membaca tulisanku sedangkan dia sendiri adalah orang yang kumaksud kan. aku mohon padamu, jangan jadikan tulisan ini alasan bagimu untuk memaksakan dirimu sendiri. jangan membuat dirimu sendiri tidak nyaman akan ini semua. lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan. lakukan saja apa kata hatimu. anggap saja ini hanya tulisan biasa. anggap saja ini hanya tulisan seorang perempuan yang tidak terlihat. anggap saja ini hanya tulisan seorang anak kecil yang tidak tau apa yang dia tulis. sekali lagi aku mohon padamu, jangan jadikan tulisan ini beban bagimu. aku percaya padamu. aku ingin mengucapkan terimakasih. terimakasih telah mau menyentuh masaku selama ini. terimakasih telah membuat mata ini kembali bercahaya. maaf jika aku tidak bisa menjadi seseorang yang kamu butuhkan. maaf jika aku tidak bisa menjadi seseorang yang kamu inginkan. tapi asal kamu tau, aku mencoba. aku berusaha untuk itu. kamu telah memiliki masaku sekarang.

untuk bintang dan bulan yang telah meneranginya setiap malam, terimakasih telah melakukannya, karena aku tau aku tidak bisa melakukannya sendiri. aku mohon tolong jaga dia dalam setiap kegiatannya. terutama dalam setiap tidurnya. jagalah dia seperti kalian menjaga cahaya kalian sendiri. setiap kali kalian berpijar, kalian tau pasti apa yang aku harap bukan? kalian tau pasti apa isi setiap doaku. aku membutuhkan kalian untuk menjaganya, karena jarak yang aku dan dia punya tidak bisa membuatku selalu menjaganya. tolong pastikan bahwa dia akan selalu baik baik saja disana.

selamat malam, boleh kah aku berharap kamu ada disini?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kembali Bersinar

hai kunang-kunang, bulan telah menggantikan matahari sekarang. saatnya bagimu untuk mengalahkan cahayanya. ataupun kamu bisa membantunya menambah indahnya sang malam. itu semua terserah padamu. semua tergantung peredaran mana yang kamu pilih. tapi asalkan kamu tau saja, peredaran manapun yang kamu pilih, itu tetap dapat membuat semua orang yang melihatnya pun tersenyum. terutama bulan. dia sangat berterimakasih padamu. dia berterimakasih karena kamu telah membantunya menerangi tempat yang tidak dapat ia jangkau. terkadang gelap pun merasa tidak tercukupi dengan cahaya bulan yang sudah sangat indah dan terang. sehingga bulan dan gelap pun membutuhkanmu.

tapi kamu tau? disana, di tempat yang sangat luas itu, di hamparan gelapnya singgasana sang malam, ada yang lebih berbahagia. berbahagia akan kedatanganmu. dia selalu menunggumu. menunggu cahayamu datang. mungkin kamu tidak akan menyadari keberadaannya. karena dia hanya sebuah bintang di hamparan bintang yang tak terhingga jumlahnya. ia hanya bintang yang sangat kecil dan mungkin rapuh. dan mungkin bagimu, bintang itu terlihat semu. tapi jika kamu mau memperhatikannya lebih dekat, dia berbeda. tapi itupun jika kamu mau melihatnya. jika tidak, maka kamu tidak bisa melihat perbedaannya. bahkan mungkin kamu tidak akan melihatnya lagi.

kamu tau kunang, dia sangat iri kepadamu. dia sangat menginginkan kebebasan sepertimu. karena bintang sepertinya hanya dapat diam. dia tidak dapat bergerak bebas. dia hanya mengikuti angin yang membawanya. dia hanya dapat menunggu. menunggu sesuatu yang ia sendiri pun tidak tau apa yang sedang ia tunggu. sedangkan kunang seperti mu sangat bebas. kamu dapat berada dimanapun dalam waktu yang sangat singkat. kamu dapat terbang kemanapun yang kamu inginkan tanpa harus melalui peredaran yang sama tiap harinya. kamu dapat terbang dan hinggap dimanapun kamu mau. dan sekarang, kamu telah hinggap di galaksinya. galaksi bintang kecil itu. galaksi tempat dimana dia tinggal.

sudah kukatakan bukan bahwa bintang ini berbeda. buktinya, sekali kamu hinggap, dia tidak pernah melupakanmu. dia tetap menunggumu untuk hinggap lagi. untuk membantunya bersinar seperti bintang yang lain. karena jika kamu tau, setiap kali kamu hinggap di galaksinya, dia sedang merasa kehilangan dirinya sendiri. dia sedang kehilangan keseimbangan dalam dirinya. dia sedang tertutup oleh awan yang sangat gelap yang menghalangi cahayanya untuk berpijar. dia redup..

lalu kamu datang. kunang yang tidak pernah ia sangka sebelumnya. kunang yang mau berbagi cahaya dengan bintang yang semu seperti dirinya. kamu yang selalu dapat membuatnya bercahaya kembali. kamu yang dapat menyibakan awan gelap itu. kamu yang dapat membuatnya kembali mendapatkan keseimbangannya. membuatnya kembali mendapatkan tawanya lagi. hanya dengan melihatmu, dia dapat tersenyum. hanya mendengarkanmu mengucapkan sepatah katapun dapat membuatnya tertawa. hanya dengan melihat tingkah lakumu, dia mendapatkan kembali dirinya. dia dapat merasa bebas sama sepertimu. dia dapat merasakan bagaimana rasanya terbang, bagaimana rasanya bebas tanpa peredaran yang sama tiap harinya. bagaimana rasanya berada di galaksi lain tanpa merasa sendirian. bagaimana rasanya diperhatikan. bagaimana rasanya menemukan seseorang yang dapat membantunya menemukan dirinya sendiri. bagaimana rasanya kembali bersinar setelah dia redup untuk beberapa saat. bagaimana rasanya menemukan seseorang yang tidak memiliki banyak pembeda. yang memiliki partikel dan dimensi yang tidak jauh berbeda. hanya galaksi lah pembeda antara kalian.

mungkin jika kamu melakukannya hanya sekali saja, itu tidak akan terlalu berdampak banyak bagi bintang itu. karena dia akan menganggap kamu sama seperti yang lainnya. yang hanya menganggap dia untuk sesaat dan kembali meninggalkannya dalam keadaan redup sehingga membuatnya semakin semu. tapi ternyata kamu tidak seperti itu. kamu melakukannya lebih dari sekali. tapi yang sekarang kamu lakukan, telah membuatnya bersinar sangat terang. membuatnya berada di tempat bintang yang paling tinggi. kamu telah membuatnya hidup kembali.

tapi ada satu hal yang ia takuti.. kamu terlalu bebas kunang. kamu bisa pergi dan hinggap dimana saja. dia takut, kamu akan hinggap di bintang lain yang mungkin berbeda galaksi dengannya. dia takut kamu tidak akan datang lagi disaat dia merasa kehilangan dirinya. ia takut, ia akan kehilangan dirinya dan tidak dapat menemukannya kembali karena kamu tidak ada disini. tidak ada di galaksinya. tidak ada untuk membantunya menemukannya.

terkadang, ia menyesali perbedaan galaksi yang dia dan dirimu tinggali. terkadang ia berharap dia dapat tinggal di galaksi yang sama dengamu. sehingga dia ataupun kamu, tidak perlu lelah melawan jarak yang ada. dia tidak perlu menunggu mu untuk datang ke galaksinya lagi. dia tidak perlu menunggu lama. dia tidak perlu memendam rindu yang mendalam yang hanya dapat terobati dengan pertemuan kalian yang entah kapan, bahkan akankah ada kembali pertemuan itu? ia tidak tau. rindu yang dia miliki harus berususan dengan jarak. dia harus berani melawan jarak..

tadi, bintang itu bercerita padaku, dia mengatakan bahwa satu satunya kunang yang ia punya hanya dirimu sekarang. satu satunya kunang yang dapat membuatnya seimbang kembali hanya dirimu. satu satunya kunang yang dapat mengusir awan itu, hanya kamu. dia sangat bercahaya karenamu. dia sangat bahagia telah bertemu denganmu ditengah bayangan semu yang mengelilinya. dia tidak ingin kehilangan dirimu, karena sekarang dia sudah tau apa yang dia tunggu...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pertunjukan Belum Berakhir

kamu tau, dulu aku sangat ingin menjadi penari. bukan sebagai penari balet yang selalu terlihat indah dengan elastisitas tubuhnya dan indah pakaian mereka. bukan sebagai penari tradisional yang selalu terlihat anggun dengan cara mereka bergerak dan kehormatan mereka dalam segi berpakaian. bukan sebagai penari hip hop yang selalu dipandang sebelah mata tanpa melihat bahwa dibalik itu semua mereka memiliki tekad dan keindahan tersendiri dalam setiap gerakannya.
aku hanya ingin menjadi penari yang memiliki itu semua menjadi satu dalam diriku. aku hanya ingin kebebasan. aku tidak ingin orang orang hanya melihatku meliuk-liukan tubuh ini tanpa irama. aku ingin semua orang memahamiku dengan tarianku. aku ingin orang orang dapat membaca tarianku. sama seperti mereka membaca diriku. karena aku ingin tarianku memantulkan aku yang sebenarnya. memantulkan keadaan hatiku.
walaupun aku sudah menguburkan impian itu jauh ke dalam, impian itu masih hidup. impian itu masih tetap yang aku inginkan. walaupun aku tidak menunjukannya, tapi mimpi ini masih nyata.

kamu tau apa yang aku suka dari seorang penari? aku suka saat mereka sedang memainkan irama dengan tubuh mereka. mereka selalu terlihat lepas, bebas, teratur, stabil dan indah. mereka dapat menjadi diri mereka sendiri tanpa peduli apa yang orang lihat tentang dirinya yang saat itu sedang berirama. mereka selalu memiliki irama itu, irama keajaiban. mengapa aku menyebutnya sebagai irama keajaiban? karena mereka dapat membuat semua orang tersihir hanya dengan melihat mereka. hanya dengan membaca gerak gerik tubuh mereka, tanpa harus mendengar mereka berbicara. dapat memahami mereka tanpa harus mendengar paitnya ucapan yang terkadang keluar dari mulut sang singa. hanya perlu melihat bagaimana seekor merak menunjukan keindahannya dengan sekali ketukan. ketukan yang membuat semua orang tersentuh.
seringkali seorang penari hebat dapat meluapkan perasaannya dengan sebuah tarian. dia dapat membuat semua orang mengerti hanya dengan gerakan. gerakan berirama tanpa penjelasan. gerakan yang hanya dimiliki olehnya tapi dapat dipahami oleh orang lain. gerakan yang tak terduga sebagaimana perasaannya yang tak terduga pula. seorang penari dapat mengatakan apa yang tidak ingin mereka katakan. dapat membuat orang memahami tanpa harus mendiktekan. dapat meluapkan isi hati mereka dengan gerakan. saat pertunjukan berlangsung, mereka seperti tidak memiliki beban apapun. walaupun pertunjukan itu telah selesai, irama itu telah hilang, panggung itu bukan miliknya lagi, pertunjukan itu tidak menceritakan tentang dirinya lagi, tapi dia dapat tersenyum dengan indahnya. tersenyum dengan tulus. tersenyum seperti semua beban telah hilang. tersenyum seperti telah melakukan satu hal yang membuat bola dunia berputar mengikuti iramanya.

mungkin daritadi kamu berpikir apa yang sedang aku lakukan. apa yang sebenarnya aku katakan. mengapa aku menjadi membahas seorang penari. kamu pasti marah dan menagih jatahmu. menagih halaman yang diperutukan untukmu.
haha halaman ini memang untukmu. aku hanya ingin berbagi denganmu. berbagi tentang apa yang ada di pikiranku yang selama ini tidak kamu ketahui. sudahlah kamu tidak usah terlalu khawatir. malah seharusnya aku yang merasa khawatir...

aku khawatir akan diriku sendiri. terlebih lagi akan dirimu. sudah beberapa hari ini aku tidak mendengar kabarmu. semoga kamu baik baik saja disana. semoga semuanya berjalan normal...

apa yang aku khawatirkan akan diriku sendiri? aku takut aku telah gagal. gagal menjadi seorang penari..
aku tau, kamu tidak sadar, belum sadar lebih tepatnya. atau mungkin tidak akan pernah sadar? aah sudahlah hanya kamu yang tau.
jika kamu tau, sebenarnya selama ini aku sedang menari. menari untukmu. semenjak aku merasakan perubahan iramaku, aku menyadari satu hal, kamu telah merubah iramaku. kamu membuatku menari dengan iramamu. kamu membuatku melakukan semua gerakan sesuai irama yang kamu berikan. kamu membuatku meluapkan semua yang aku rasakan dengan tarian. tarian untuk dirimu..
lalu mengapa aku takut gagal?
aku takut gagal menjadi seorang penari. penari untukmu. penari dalam hidupmu..

aku akui, aku memang bukan penari yang handal. aku amatir. itu terbukti. kamu telah membuktikannya padaku bahwa aku bukan penari yang hebat. buktinya selama ini aku meari untukmu, iramaku untukmu, emosiku untukmu, isi hatiku terluapkan dengan tarianku untukmu, tapi kamu tidak memahaminya.
bukankah sudah kukatakan bahwa penari hebat itu dapat membuat penontonnya mengerti apa yang dia rasakan tanpa harus berucap? tanpa penjelasan? lalu kenapa aku tidak bisa membuatmu mengerti. padahal hanya dirimu yang aku maksud. aku tidak perlu membuat semua orang mengerti akan tarianku. aku hanya ingin kamu yang mengerti. kamu memahami..
mengapa membuatmu mengerti lebih sulit dibandingkan membuat semua orang mengerti? apakah kamu membutuhkan penjelasan sedangkan orang lain tidak? apakah kamu perlu aku diktekan karena kamu tidak dapat membaca dan memahami tarianku? aku tau kamu tidak sebodoh itu...

oh aku mengerti.. apa mungkin selama ini kamu membaca tarianku tapi kamu berpura-pura tidak mengerti? atau mungkin kamu memang tidak pernah memperhatikan tarianku? kamu tidak pernah menyadari iramamu yang kamu berikan sehingga membuatku menari? atau kamu tidak memahami ketukan gerakan yang menunjukan perasaanku akan dirimu?
jika kamu mengerti.. jika kamu memahami.. sudah banyak sekali ketukan yang aku buat untukmu. sudah banyak sekali lampu yang aku sorotkan pada diriku saat aku menari agar kamu dapat melihatku. agar kamu dapat memahami tarianku. agar kamu dapat memahami perasaanku hanya dengan gerakan. tanpa penjelasan..

aku sadar.. irama yang membuatku menari menjadi melambat akhir akhir ini. menjadi lebih pelan dan terkesan penuh kesedihan. hey, irama ini masih darimu. lalu mengapa kamu membuatnya menjadi lambat? apa kamu lelah memberikan iramamu padaku agar aku tetap menari? mengapa kamu harus lelah? aku saja yang sudah selama ini menari untukmu tidak pernah lelah. aku tidak pernah berhenti menarikan iramamu.. aah aku tau.. ada penari lain kan disana? penari  lain yang lebih menarik dariku. penari yang lebih hebat dariku. penari yang dapat membuatmu mengerti tentang tariannya. tidak seperti aku. aku yang hanya penari yang amatir dan gagal..

kamu pasti sedang memproses iramamu untuk dipindahkan padanya bukan? sehingga iramamu dalam tubuhku menjadi melambat. menjadi tidak bisa membuatku melompat kesana kemari dengan indahnya. membuat tarianku menjadi tarian kesedihan. tarian yang dapat membuat semua orang meteskan air mata saat melihatku menari. jangankan mereka, akupun meneteskan air mata saat aku menari. tapi walaupun aku menangis, mereka menangis, aku tau bahwa kamu tidak menangis. karena kamu memperhatikan tariannya. bukan tarianku..

aku akan tetap menari untukmu. aku akan tetap menari dengan iramamu. walaupun irama itu semakin melambat. walaupun pandanganku menjadi buram saat aku bergerak, tarian ini tetap kepunyaanmu. selama iramamu masih dapat terdengar, pertunjukan ini belum berakhir. pertunjukanku akan tetap berjalan. hingga aku lelah.  hingga lampu lampu ini padam. hingga panggung ini menjadi lantai dansa milik orang lain. hingga kamu benar-benar tidak melihat pertunjukanku lagi. hingga aku dapat tersenyum.. tersenyum tulus kepadamu.. entah senyuman tulus karena kamu telah memahami tarianku. senyuman tulus karena aku telah berhasil menjadi penari hebat.. atau senyuman tulus kepadamu karena menemukanmu telah menghapus iramamu untukku dan memberikannya pada penari lain, sehingga aku menyadari bahwa aku hanyalah seorang penari yang gagal...

aku mohon, biarkan irama ini tetap mengalun.. hingga aku lelah.. hingga gerakan ini tidak dapat berbicara lagi..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS