RSS

Karma Dibalik Kata "Mundur"

hai!
udah sebulan tangan ini gak ngalirin setiap kata yang gak bisa dialirin sama bibir. banyak kejadian yang terjadi selama sebulan ini. kejadian yang berarti dan ngasih pelajaran. kejadian yang bikin aku ngerasa bener bener cape sama semuanya. mungkin keliatannya bibir ini tidak mengucapkan sepatah katapun. mata ini tidak menunjukan kesedihan yang berarti. sikap ini tidak menunjukan kejenuhan yang membara. tapi hati ini menjerit. otak ini lebih sering berhenti bekerja. sorot mata ini menjadi kabur. nafas ini menjadi sering tercekat. suara ini lebih sering tertahan. pandangan ini menjadi lebih sering kosong. dan pikiran ini tidak memiliki kanvas yang berarti. semuanya kosong...
akhir akhir ini, kepura-puraan adalah teman sehari-hariku. berpura pura menjadi bagian dalam hidupku yang sulit untuk ditinggalkan secara sadar maupun tak sadar. mungkin kalian akan menganggap aku munafik. kalian akan menganggap aku bodoh. tapi aku tidak peduli pada apa yang kalian katakan tentangku. kalian tidak mengerti aku. kalian tidak tau aku. kalian hanya tau namaku tetapi tidak tau cerita dibalik semua sikapku sekarang. kalian tidak akan pernah tau dan bahkan mungkin memang tidak ingin tau. biarkan semuanya aku yang merasakan sendiri. benar benar sendiri...

oh ya... I'm done with Dar... haha mungkin memang langkah yang kemarin aku ambil emang salah. mungkin Dar emang bukan yang terbaik dan gakan pernah jadi yang terbaik. mau usaha macam apapun, perngorbanan sebesar apapun, dia memang gak pernah ditakdirin untuk jadi yang terbaik.
masa Dar di hidupku hanya bertahan 2 minggu. mungkin memang terlihat sebentar. tapi perjuangan yang aku lalui saat berjuang mengejarnya semenjak awal perkenalan kita di awal tahun itu usaha yang bisa dikategorikan tidak mudah. tapi di saat aku merelakannya pergi, dia datang, membangunkan kembali harapan yang sudah kukubur dalam dalam dan sudah dimiliki orang lain. mungkin itu memang menjadi kesalahan awal yang aku lakukan. aku membiarkan Dar membangunkan kembali harapan itu tanpa menanamkan kembali rasa sayang yang pernah untuknya saat dia mengacuhkanku.
ini karma... aku tau itu... dia datang di saat aku tidak mengharapkannya lagi. dia datang disaat hati ini sudah diperuntukan untuk orang lain. orang yang kurasa lebih baik darinya. aku tau aku salah. aku salah karena aku memaksakan hatiku untuk terbuka lagi baginya. aku mengira hati ini akan dengan mudah membuka pintu bagi orang yang dulu pernah membukanya. tapi ternyata aku salah. Dar sudah benar benar keluar dari pintu dan berjalan sangat jauh. bahkan berlari. dan disaat dia ingin masuk kembali, pintu ini tidak pernah terbuka. dia tidak memiliki lagi kuncinya. sehingga aku sadar kalau semua yang aku lakukan ini salah. aku tidak bisa membiarkan Dar menunggu depan pintu tanpa bisa masuk hingga aku tak tau kapan. akhirnya aku mengakhiri apa yang disebut dengan "kita". dia menerimanya. begitupun aku.
dan sekarang aku sendiri lagi untuk kesekian kalinya...

kalian tau sekarang masa ku milik siapa? masaku masih tetap dipegang oleh bangku kanan. kalian pasti heran mengapa sebegitu setianya aku terhadap bangku kanan. jujur akupun gak paham kenapa aku sebegitu setianya menunggu dia. semenjak aku bersama Dar, kadar kedekatanku dengan bangku kanan menjadi berkurang. kita sudah tidak seperti dulu lagi. sekarang pun di saat aku sudah tidak bersama Dar, kadar kedekatan kita tidak memiliki perubahan yang berarti. aku tidak mengerti kenapa dia bisa berubah seperti itu. mungkin memang dari awal dia hanya menganggapku teman. atau mungkin dia tidak suka saat aku menerima Dar kedalam masaku. atau mungkin lagi dia sedang akur bersama wanitanya. dia sedang merasakan sayang yang membara terhadap wanitanya. ya aku memang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. tapi aku mengetahui bahwa aku terluka. aku benar benar dibuat galau olehnya. semua pikiran tentangnya melayang di hadapanku tanpa kenal waktu. dia yang selalu aku pikirkan. tapi apakah dia memikirkan ku? aku rasa tidak...
untuk apa aku menunggu dia sedangkan dia dengan senangnya mempererat pegangan tangannya dengan pasangannya? aku harus menunggunya sampai kapan? aku sudah lelah menunggu.
untuk beberapa saat aku memikirkan untuk mundur. mundur darinya dan membiarkan dia menjalani hidupnya dengan pasangannya. tapi ternyata untuk mundur pun tidak semudah yang aku duga. hingga detik ini, aku masih menaruh harapan padanya. sulit sekali rasanya untuk mundur. sebenarnya bila aku benar benar usaha aku bisa mundur darinya. tapi aku menolak. hati ini meronta. aku tidak. hati ini menolak untuk mundur darinya. aku tidak mau. hati ini memaksa untuk tetap mengaharap padanya. dan hingga detik ini aku masih berharap...

dibalik semua harapan yang masih aku tanamkan untuknya, aku takut... aku takut karma itu akan datang untuknya. aku takut di saat nanti aku sudah merelekannya pergi, dia datang padaku. dia memohon masanya yang telah aku janjikan. aku takut semuanya terlambat... sangat takut...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

sebuah prioritas

saat kamu menjadi prioritasku dan orang lain yang mejadi prioritasmu. saat itulah semua luka ini tergores sangat dalam. saat itulah pertemuan kita hanya menjadi bara api di hatiku. saat itulah percakapan yang kita lakukan hanya sebatas basa basi seorang teman. saat itulah semua hal yang kamu lakukan hanya sebatas harapan palsu. saat itulah aku sadar bahwa aku hanya teman wanitamu. sama seperti yang lain. -teruntuk bangku kanan 

hey bangku kananku apa kabarmu? bagaimana perasaanmu setelah tau bahwa sekarang masaku adalah Dar? apakah kamu terluka? apakah kamu cemburu? apakah kamu menyesal telah membuatku menunggu? atau kamu ikut bahagia dan tidak merasakan apa-apa? semua jawaban atas pertanyaan itu hanya kamu yang tau.
kamu tau bangku kananku, kamu masih menghantuiku hingga saat ini. kamu masih memenuhi semua pikiran dan hatiku hingga saat ini. kamu masih berada di tahtaku walaupun sekarang kamu berdampingan dengan Dar. kenapa kamu tidak bisa pergi dari tahtaku? apakah aku yang kurang berusaha? apakah aku yang tidak mengijinkanmu pergi? atau apakah kamu yang memang tidak ingin pergi dari peredaranmu dimasaku?

aku tau ini bodoh. kenapa aku masih bisa menggoreskan tinta ini dan mengungangkapkan rasaku akan bangku kananku. akan seseorang yang sudah seharusnya pergi dari masaku. akan seseorang yang sudah tidak berhak lagi berada di masaku.
aku sadar ini salah. aku sadar ini seharusnya tidak seperti ini. aku sadar aku harus berubah.
tapi ini terasa berat bagiku. berat rasanya untuk mengubah rasaku pada bangku kanan. sulit sekali bagiku. sulit rasanya mebuka hatiku sepenuhnya untuk Dar.

hey bangku kananku, apakah kamu menghalangi Dar untuk berada ditahta yang sedang kamu duduki sekarang? apakah kamu menutup jalan Dar untuk ku bukakan pintu hatiku? apakah kamu membangun benteng pertahannku lagi agar Dar tidak bisa masuk dan kamu tidak tergantikan?
Sebenarnya apa yang kamu inginkan bangku kanan? apa yang kamu inginkan dariku? semua perhatianku sudah kamu dapatkan. semua masaku adalah milikmu. tahta di hatikupun milikmu. apa yang kurang dari itu semua? mengapa kamu sangat enggan untuk pergi dari peredaranku? mengapa kamu sangat enggan untuk pergi dari masaku? masamu sudah saatnya untuk habis. masamu sudah saatnya dimiliki oleh orang lain.
sekarang kita sama-sama memiliki pedamping masing-masing. kamu memiliki wanitamu. dan aku memiliki lelakiku. tapi kenapa... kenapa kamu masih ada disini... kenapa kamu masih ada di tahta hatiku yang memang aku peruntukan untukmu?
aku tidak bisa seperti ini terus. aku harus bisa secepat mungkin membuka hatiku untuk Dar. aku tidak bisa membohongi Dar seperti ini. Setiap kata "I love you" yang Dar katakan untukku, seperti menghujamku dengan kerasnya. Setiap ucapan "I love you too" yang aku katakan pada Dar seperti menambah derajat kemunafikan hatiku. aku tidak ingin menjadi orang yang munafik. aku tidak ingin menyakiti Dar.
apakah aku harus menyerah? tidak! ini baru dimulai. baru 3 hari Dar berada dimasaku. belum saatnya untuk aku menyerah.
aku bisa melakukan ini. aku harus bisa. semua butuh proses. dan aku sedang dalam proses...

aku harus bisa mengubah masaku menjadi Dar, bukan bangku kananku lagi. maafkan aku bangku kananku. aku memang rindu akan percakapan kita. aku rindu kamu. tapi aku tidak bisa bertingkah biasa saja dalam situasi seperti ini. aku tidak bisa berpura-pura lagi. aku ingin kamu tau apa yang aku rasakan. tapi aku takut kamu akan menjauhiku jika kamu tau tentang ini. kapan kamu akan lebih peka akan hatiku? kapan? kapaaan? semoga kamu akan mengerti tanpa harus aku beritau semuanya. semoga kamu bisa memahamiku bangku kananku...

finally, selamat tidur Dar. semoga mimpimu indah. semoga kamu tidak mengecewakanku ya. aku sedang dalam proses Dar. aku berusaha. kamu adalah prioritasku sekarang. selamat malam lelakiku. selamat beristarahat. hug.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Laut

Aku suka laut. Aku suka berada di laut. Sepi… Tenang… Nyaman… Semua terasa damai. Aku bisa merefresh semua pikiran di otak ku. Aku bisa menghilangkan semua kejenuhan yang aku rasakan. Aku bisa melupakan semua kejadian yang ingin aku lupakan. Ya walaupun hanya saat itu saja. Tapi semua terasa damai…
Aku suka melihat air laut yang biru. Dipadu dengan awan biru.
Aku suka melihat ombak yang bergulung-gulung datang ke arah ku seakan sedang berkejar-kejaran untuk aku sentuh lebih dulu.
Aku suka mendengar suara ombak.
Aku suka mendengar suara perahu yang memecah ombak yang datang. Suaranya seperti nyanyian laut yang menenangkan.
Aku suka angin yang bertiup. Angin itu seperti menghapus semua kejenuhan dan memori yang ingin aku hapus. Angin itu membawa pergi semua beban yang aku rasakan.
Ya… Aku senang berada di tengah laut. Semua terasa damai. Dan hanya di tengah laut aku bisa merasakan itu dengan mata terpejam. Terasa sangat damai…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS